분야별
업데이트 중
모두연재 중참여
정렬 기준
모두인기순추천평점업데이트됨
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Lima tahun pernikahan, Zahra dan Ammar sangat bahagia. Masalah datang saat Ammar tanpa sengaja menabrak Adelia dalam satu perjalanan dinas. Adelia lumpuh dan dunianya terhenti karena tunangannya menolak melanjutkan rencana pernikahan. Keluarga Adelia minta Ammar menikahi Adelia sebagai bentuk pertanggungjawaban atau jeruji besi menanti. Sementara Zahra tidak mau suaminya mendua. Wanita itu lebih memilih berpisah daripada hidup dimadu walau Ammar terpaksa. Ammar yang selama ini membiayai hidup Ibu dan kedua adiknya kebingungan. Kalau sampai dia dipenjara, pekerjaan hilang, siapa yang akan menanggung semua?
Rumah Tangga
1014.8K 조회수연재 중
보기
보관함에 추가
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Tahun ketiga setelah kematianku, suamiku akhirnya teringat denganku. Itu karena penyakit leukemia kekasih masa kecilnya kambuh, dia membutuhkan transplantasi sel hematopoietik lagi. Dia mencari ke tempat tinggalku untuk memintaku menandatangani perjanjian donor. Tetapi dia mendapati rumah itu sudah kosong. Dia bertanya kepada tetangga. Tetangga berkata, “Maksudmu gadis bernama Candy Wongso itu? Dia sudah lama meninggal! Kudengar dia dipaksa mendonorkan sumsum tulangnya saat sedang sakit, dia meninggal beberapa hari setelah kembali.” Dia menolak memercayainya, mengira tetangga itu telah bersekongkol denganku untuk membohonginya. Dia berkata kepada tetangga itu dengan tidak sabar, “Jika kamu bisa menemuinya, tolong beri tahu dia, jika dia tidak muncul dalam tiga hari, aku tidak akan membayar sepeser pun biaya pengobatan anak haramnya.” Melihatnya yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan, tetangga itu menggelengkan kepala dan pergi, bergumam sendiri, "Kasihan anak itu, dia juga sudah lama mati kelaparan..."
보기
보관함에 추가
Cinta Dan Benci Biarlah Diakhiri Dengan Kematian

Cinta Dan Benci Biarlah Diakhiri Dengan Kematian

Suamiku, Roni Jatmiko, yang menggunakan kornea mataku, memaksaku berlutut dan menirukan suara anjing. Putriku yang di dalam tubuhnya berdetak jantungku, dengan lantang berkata bahwa aku tidak pantas menjadi ibunya. Sebelum jantung buatan di tubuhku berhenti berdetak, aku menelepon suamiku. Namun dia justru membentak aku dengan dingin, “Luna, bisakah kamu berhenti buat keributan?! Kalau memang mau mati, pergi saja jauh-jauh! Aku tidak mau mengurus mayatmu!” Saat itu, di tengah hamparan salju, aku hanya bisa menutup satu-satunya mata kiriku yang tersisa. Kemudian, suami yang tak pernah mencintaiku itu menggali keluar bola matanya sendiri. Putri yang tak mau mengakui aku itu berkali-kali mencoba bunuh diri, hanya demi bisa menemuiku sekali saja. Namun aku ... sudah tak lagi menantikan cinta dari mereka.
보기
보관함에 추가
Cinta Mati Bersama Kekecewaan Masa Lalu

Cinta Mati Bersama Kekecewaan Masa Lalu

Setelah keguguran, aku terbaring di ICU selama satu bulan penuh. Sementara suamiku malah menemani cinta pertamanya berkeliling jalan-jalan ke mana-mana. Ketika dia memutuskan untuk menceraikanku, dia baru teringat untuk mencariku. Dia menelepon ibuku dan menuduhku, bertanya sampai kapan aku akan terus membuat keributan tanpa alasan. Ibuku menatapku yang hampir sekarat, dan hatinya benar-benar hancur. "Dia nggak akan pernah lagi membuat keributan tanpa alasan denganmu. Apa kamu sudah puas?"
보기
보관함에 추가
DIA BUKAN BAPAKKU

DIA BUKAN BAPAKKU

Seorang Ayah sejatinya adalah pelindung bagi anak-anak perempuannya. Apa jadinya, kalau justru seorang Ayah yang menghancurkan masa depan putri-putrinya? Apakah masih pantas dia disebut sebagai Ayah?
Rumah Tangga
490 조회수연재 중
보기
보관함에 추가
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
보기
보관함에 추가
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
보기
보관함에 추가
Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri. Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali. Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah. Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong." Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar. Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit. Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati." Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar. Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri. Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar. "Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit." Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat. "Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup." Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku. Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."
보기
보관함에 추가
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
보기
보관함에 추가
MENIKAHI MANTAN SUAMI TAJIR MELINTIR DEMI PUTRIKU

MENIKAHI MANTAN SUAMI TAJIR MELINTIR DEMI PUTRIKU

Tidak ada yang lebih menyakitkan selain dikhianati saat lagi sayang-sayangnya, kemudian diceraikan tiba-tiba dan diusir tengah malam buta. Karenanya, Elsa bersumpah bahwa ia tidak ingin mengenal atau bahkan bertemu lagi dengan Abyasa selama ia hidup. Namun, nasib seolah belum puas mempermainkan hidupnya. Suami kedua Elsa yang bak malaikat harus dipanggil Yang Mahakuasa di saat mereka tengah berada di puncak bahagia bersama putri kecil mereka. Belum cukup dengan itu, ibu mertuanya kerap kali menuduh Elsa akan menikah lagi dan mencampakkan putranya yang telah tiada, padahal Elsa sama sekali tak ada pikiran untuk menggantikan sosok ayah untuk putrinya. Namun, si buah hatinya terus merindukan sosok ayah. Siapa sangka di saat seperti itu, Abyasa hadir kembali menawarkan perlindungan untuk sang putri. Dengan segudang penyesalan masa lalu tentu saja. Rasanya terlalu bodoh jika ia menerima Abyasa lagi. Ia tidak mau jatuh kembali ke lubang yang sama. Pun, luka hatinya tidak bisa diabaikan. Di saat seperti itu, bukannya membantu, ibu mertuanya justru menuduhnya macam-macam sekali lagi, bahkan menyusun skenario tak pernah Elsa bayangkan. Haruskah Elsa mengalah demi sang putri? Apakah benar Abyasa akan melindungi ia dan si buah hati? Bagaimana nasib Elsa yang terus-menerus diuji tanpa henti?
Romansa
1018.9K 조회수참여
보기
보관함에 추가
이전
1
...
454647484950
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status