Istri Galak Sang Presdir
Dan ketika rekan-rekannya berdatangan, dia berpamitan.
“Udah dulu, ya, Sayang. Kalau ada libur, baru Mama bisa pulang,” katanya sebelum dia benar-benar menutup panggilan.
Hmm!
‘Pulang? Bawa Papa? Sedangkan aku sendiri tak tahu, akan sampai kapan hubungan ini.’ Felicia mengembuskan napas perlahan.
Francissca berjalan menghampirinya. “Gimana perasaanmu, Fel? Aku lihat kalian bertengkar tak seperti biasanya, ada masalah?”