Hotel Bekas Pembunuhan
“Iya, Pak. Saya harus balik lagi, teman saya sendirian di perkebunan, hehe.”
“Ya, sudah. Jalanlah sekarang, jangan sampe keburu gelap. Hati-hati, apa lagi kalau ketemu persimpangan, pilih jalan yang benar.”
Pada kalimat terakhir, Bapak ini sangat jelas menunjukkan kekhawatiran di wajahnya, rasa cemas tergambar jelas. “Di persimpangan, pilih jalan yang benar”, kalimat itu seperti digarisbawahi oleh Bapak pemilik toko, entah kenapa. Yang pasti, aku jadi ingat kalau nanti akan menemui dua persimpangan, yang pertama ambil jalan lurus, yang kedua ambil jalan ke kiri, sudah. Seharusnya sih gak nyasar.
Hot Chapters