NODA
Cepat ia menoleh ke arahku dengan mata menyipit. "Siapa?" tanyanya memperjelas.
"Kamu lah."
Ia bergeming dengan pandangan lurus ke depan.
"Hei, saya tanya," ulangku.
"Kalau sudah tau jawabannya kenapa masih tanya?" balasnya.
"Oke, saya anggap kamu belum menikah. Lalu, pacar?"
Kembali ia terperangah. Kemudian menghela napas seolah tak percaya. "Apa? Pacar? Udah tua juga main pacar-pacaran," rajuknya.