Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BEDA ISTRI BEDA REZEKI

BEDA ISTRI BEDA REZEKI

Semua tampak bahagia. Para tamu mulai menikmati makanan. Sementara home band sudah beraksi dengan menyanyikan lagu-lagu romantis. Hati Panji tidak bahagia "Ayo kita pulang!" ajak Panji kaku. Hani langsung berpaling. "Apah? Ini pestanya baru mau dimulai, Mas," protesnya kesal. "Ini udah malem. Kasihan Zea di rumah Ijah." "Tapi kita belum menikmati hidangannya, Mas. Laper aku."
10147.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Pesta Pembuahan

Pesta Pembuahan

percayalah namanya sungguh mewakili konsep pestanya dan aku sempat menyuruh Gita mengucapkannya sebanyak tiga kali sampai aku meyakini apa yang aku dengar. Bagian yang mampu menarik minatku datang ke pesta manakala Gita menjelaskan bahwa sesi pembuahannya tidak terjadi pada malam pesta. Pestanya hanya sebagai ajang perkenalan belaka, sisanya mereka akan melanjutkan di lain kesempatan sesuai kesepakatan yang bersangkutan. “Gue jamin gak bakal kebongkar, kecuali lo yang koar-koar di sana,” timpal Gita. Lagi-lagi disertai seringai ala Joker.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Paman, Aku Layak Menjadi Isterimu

Paman, Aku Layak Menjadi Isterimu

Willa hanya bagian dari permainan. “Apa lagi yang dilakukan orang-orang di sini kalau bukan berpesta?” Willa mengangguk-anggukkan kepala mengikuti hentakan musik. “Pestanya bukan untukmu.” Mia menyahut ketus. Mereka telah sampai di depan sebuah pintu ruangan. Mia mendorong pintu itu hingga terbuka. Di belakangnya, Willa yang mendengar itu tidak terlalu peduli. Dia mengikuti gadis itu masuk dengan langkah ringan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

] [ Panen dengan cepat di ladang yang luas, jangan berhenti dari pagi hingga petang. Setelah Wira membaca puisi yang ditulisnya, senyuman penuh pujian segera terukir di wajahnya. Dia tanpa sadar mengucapkan puisi yang ditulis oleh wanita itu secara perlahan, "Panen dengan cepat di ladang yang luas, jangan berhenti dari pagi hingga petang. Sungguh indah, benar-benar puisi yang luar biasa!"
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239.5K kali sebagai pesta panen lirik
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

"Lagi istirahat, habis ngebut kejar deadline." Kekehan pelan kudengar darinya, mengalun lembut seperti gesekan violin memainkan intro Song Of The Caged Bird dari Lindsey Stirling. "Pejuang deadline, ya?" ledeknya. "Well, biar kelihatan produktif aja."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Arthur Gardner

Sang Penguasa Arthur Gardner

#1 Johan Monk (sang Raja) #2 Patrick Winter (sang Iblis) #3 Eliza Peeze (sang Penyihir) #4 Estella Kuat (sang Gurita) #5 Aston Scott (sang Goblin) Aston tersenyum sinis mendengar perkataan sang Raja. Lalu ia pun terkekeh pelan, "Apakah beberapa dari kalian sudah menonton berita tentang kejadian baru-baru ini yang disiarkan di televisi?" tanyanya dengan tenang. "Tuan Glitzy, bukan?" jawab Estella.
1062.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Leona Sweet Secretary (Indonesia)

Leona Sweet Secretary (Indonesia)

ggrttttt Aku mengambil ponselku yang bergetar, sebuah pesan masuk dari pak ling. Bergegas aku membacanya 'Ona, setelah kau menyelesaikan dekorasi, bisakah kau datang kepestaku malam ini? mereka tiba-tiba saja ingin merayakan pesta ulang tahun pak tua ini, kau akan kusuruh dijemput supir. Kau harus datang,Banyak kolega bapak nanti yang datang. Bapak sudah pulang lebih awal'
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

Namun, Gusti dengan cepat menahan langkah pamannya itu. "Paman, tunggu! Jangan langsung pergi dulu," cegat Gusti. "Anya baru saja menyiapkan makan malam. Rendang dan sambal ijo kesukaan kita semua. Paman harus mencicipinya dulu, ini sebagai tanda terima kasih kami karena Paman sudah repot-repot datang mengantarkan ponsel ini malam-malam."
699 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

“I noraeneun haegeum, ollata bwa jigeum, bokjak deuneun rideum eojjeomyeon, i ttohan tto dareun haegeum.” “Apa kau sedang mengejekku?” tanyaku sembari menyipitkan mata, tak mengerti apa yang ia ucapkan. “Bapak belum tahu?” Lagi-lagi aku menggeleng. “Oh, tunggu! Saya akan menyebutkan sebait lirik. Ini terkenal banget loh, Pak." Ia kembali mengambil posisi seperti tadi, mengepalkan tangan dan mengarahkan ke depan mulut. “Yeah Daechwita daechwita ja ullyeola daechwita.”
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Budak Kesayangan Sang Tiran

Budak Kesayangan Sang Tiran

Pesta rakyat ini tiba-tiba menjadi jauh lebih menarik. Inggrid melangkah dengan anggun, senyum ramah terpampang di wajahnya. Delia dan Elise, pelayan kembar yang selalu setia di sisi Lysandra, menghentikan percakapan ringan mereka dan memberi hormat. “Nona Lyra,” ucap Inggrid dengan membungkuk hormat. Dia seolah menanggalkan semua permusuhan dan rasa tidak sukanya pada Lysandra. Pada Lyra. “Pesta malam ini begitu menyenangkan. Sungguh ide yang cemerlang untuk merayakan bersama rakyat.”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status