Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Pesta kemenangan Mahendra dimulai. Dari dalam kamarnya yang gelap, Savita bisa mendengar hiruk pikuk suara musik jazz, denting gelas-gelas yang beradu, dan tawa renyah para tamu dari kalangan atas yang tidak tahu apa-apa. “Selamat menikmati pestanya,” kata Mahendra lagi pada tamu. “Anggap saja rumah sendiri.” Savita mencibir. “Rumah sendiri katanya? Rumah ini dibangun dari penderitaan orang lain.”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikahi Miliarder

Diam-Diam Menikahi Miliarder

Ibu Kirana menimpali. Setelahnya, perhatian kembali tertuju kepada Gita untuk menantikan klarifikasinya. Situasi ini memaksa otaknya bekerja cepat untuk merangkai kata. "Memang nggak ada yang sederhana dalam pesta. Tapi aku cuma ingin pestanya nggak berkesan terlalu glamor dan mewah dalam porsi yang pas."
12.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

“Beli pisau ke cikini, Bapak titip beli gergaji, Hilangkan risaumu hari ini, Denger neng Zea paling asik sambil ngopi!” Sesekali Drummer ikut menyelipkan drumroll atau rimshot, untuk memanaskan suasana. Beberapa penonton bersorak setuju. Bang Pay tampak semakin berapi-api. Bang Pay menjadi semakin bersemangat berpantun. “Buah pepaya daun semanggi, Jatuh di tanah bisa dikais, Saat Neng Zea mulai bernyanyi, Hati abang bergetar ingin menangis.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

Tak lama kemudian muncul saudara kembarnya meneruskan lagu dari Taiwan itu dengan suara cengkok mirip peserta penyanyi ajang pencarian bakat yang tidak lolos seleksi. “Nan yi wang ji chu ci jian ni. Yi shuang mi ren de yan jing. Zai wo nao hai li. Ni de shen ying. Hui san bu qu. Wo ni de shuang shou gan jue ni de wen rou. Zhen de you dian tou bu guo qi. Ni de tian zhen. Wo xiang zhen xi Kan dao ni shou wei qu. Wo hui shang xin Oh…” Pasha menahan tawa saat lirik yang terdengar di telinganya mirip suara bebek yang kejepit. Namun dengan menyerahkan kekuatan bulan, ia berusaha tetap tenang dan memasang wajah cool.
1036.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Wanita Gila Mencari Cinta

Wanita Gila Mencari Cinta

kata Panji buru buru. "Tunggu, siapa, Pa? Papa kenal? Bentar, bentar. Pelan, pelan, Pa. Aster nggak paham nih. Mama paham nggak?" sela Aster. Laura menghela nafas. Tampaknya Laura tahu duduk permasalahannya. Tidak seperti Aster yang buta perkara. "Apa tadi Panji ketemu Sita, Pa?" tanya Laura tak kalah dingin.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Skandal Panas sang Pewaris Dingin

Skandal Panas sang Pewaris Dingin

Dia meyeret kursi, naik ke atas dan kali ini dia bisa melihatnya, namun hanya kepalanya saja. Keenan berlari turun. Saat itu akan dilakukan sebuah pesta di kediamannya, tidak tahu itu pesta apa. Yang Keenan dengar adalah mereka memenangkan sebuah proyek luar biasa, itu saja. Di aula, semua orang sedang sibuk. Para pelayan hilir mudik, membawa bunga-bunga segar, menata berbagai cemilan, mengisi wadah anggur.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

ucapnya perlahan, lalu meninggal sepersekian detik. Tiba-tiba lukisan itu seolah hidup, keluarlah Pesinden sambil menyanyikan lagu jawa yang diiringi dengan suara gamelan. "Sekar macem-macem aruming wangi, Minggah kadhaton ndhawuhi suka, Jro pandelengan pan dadi siji, Liring pawestri kang sarwa esthi."
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Fall In Love

Fall In Love

lanjutnya Stevie lalu meletakkan bekas makanan itu diatas nakas. "Kamu tahu seberapa paniknya mba irene tadi ?" Tanya ku Batara hanya menggeleng "Kamu tahu seberapa paniknya bibi dan semua penghuni rumah ini ?" Batara juga menggeleng "Kamu tahu seberapa paniknya aku tadi ?" "Beib" panggil batara "Gimana kalau tadi aku telat"
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Terserah aku, dong. Ehm, Rian, aku pesan itu." "Vi, kamu yakin bisa minum? Aku tahu kamu nggak pernah nyoba minuman kayak gitu." Terlihat raut cemas yang begitu kentara dari wajah Anin. "Nggak apa-apa. Lagian, aku juga pesan satu doang, kok." "Ya, udah. Kalian duduk dulu aja, nggak lama kok."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Stuntman

Stuntman

"Lo... gak lagi napsu sama gue, kan?" Albi hampir saja mengumpat mendengar polosnya pertanyaan Pena. Ia menyisir rambut depannya ke belakang. Yang tanpa sadar perbuatan kecilnya itu membuat Pena terpana begitu saja. "Badan lo gak ada apa-apanya dibandingin sama Lady Gaga." "Ya iya beda! Gue Pevita Natalia bukan Lady Gaga!" Pena berseru sewot, tersinggung.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai pesta panen lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status