Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lucian D'Ambrosio

Lucian D'Ambrosio

Wanita itu mengulangi soalannya. Di meja, lelaki berambut coklat tua yang sudah sedikit beruban sedang duduk bersandar pada kerusi, tangannya mengurut dahi. Mata lelaki tersebut ditutup. Wanita anggun berkulit putih cerah tadi merenung lelaki berambut coklat tua itu yang hanya diam. Rasa geram menjalar dalam diri. "Alessandro Conti!" Suara ditekan. Tanpa mengurangkan sedikit pun keanggunan dirinya, wanita itu tetap tidak menyembunyikan ketidakpuasan hati kerana soalannya yang tidak dijawab sejak dari tadi.
10686 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as pian amato
Read
+Library
Kemenangan sang Nona Muda

Kemenangan sang Nona Muda

L’amour est un oiseau rebelle Que nul ne peut apprivoiser, Et c’est bien in vain qu’on l’appelle Marco sangat malu, apabila saat ini ia tidak memainkan pianonya, karirnya akan hancur lebur. Seluruh dunia akan mencatatnya sebagai pianis yang bodoh dan tidak kompeten. Akhirnya Marco mulai memainkan Habanera-nya. S’il lui convient de refuser. Rien n’y fait, menace ou prière.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as pian amato
Read
+Library
MISTERI PIANO

MISTERI PIANO

Dalam mata sekelam malam itu, terdapat pantulan seorang gadis lain yang sedang berusaha untuk memanggil nama Alma zia, disertai pantulan seorang laki-laki yang terlihat memandang Alma zia serius. “ Pianis dari masa lalu yang terkena kutukan menjadi pianis mimpi buruk & pemegang lagu pengiring kematian. Ivana tidak sepenuhnya mati. Dia akan bangkit apabila seseorang membuka gerbang kehidupan yang sempat tertutup oleh kematian. Hanya satu orang yang bisa membuat Ana benar-benar mati. Teman laki-lakimu yang sudah kubunuh, Ronald si pianis dari masa depan yang terlahir sebagai pianis mimpi indah & pianis pemegang lagu pengiring kehidupan.”
2.5K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as pian amato
Read
+Library
Perfect Mate

Perfect Mate

Pun Testu menahan kepala Camelia supaya tetap di sana lebih lama lagi. Camelia menggoyangkan kepala memberontak. Ia merasa sudah cukup menjilati yang kiri. Koni saatnya menggoda bagian kanan sama seperti tadi. Setelah puas bermain di dada tebal itu. Lidah Camelia merayap ke perut. Satu persatu kotak yang tercetak jelas di perut Tetsu menjadi bulan-bulanannya untuk dijilat dan digigit dengan keras. Namun bukannya marah, Tetsu malah mengerang keenakkan. Camelia sebetulnya ingin tidak peduli. Toh, ia begini hanya untuk menjalankan misinya sendiri.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as pian amato
Read
+Library
Perfect Mate

Perfect Mate

William hanya menyindir dengan nada bercanda, ia dan Zack memang selalu meledek kakak pertamanya Delon Matteo. Luxury Hotel Renaissance Solo Paulo memang sengaja di rancang dengan design arsitektur yang mewah, tentu saja Delon Matteo yang mendesaign Luxury Hotel Renaissance Solo Paulo yang terletak di Brazil. Sebagai putra pertama dari Keluarga Matteo, ketiga putranya selalu berhasil membangun beberapa project perusahaan di beberapa negara. Sesekali wajah tampan itu melirik ke arah jam dengan brand merk terkenal di pergelangan tangan kirinya, rambut berwarna cokelat dengan bola mata berwarna biru, kulit putih dengan hidung mancung. Delon Matteo memang sangat sempurna dengan penampilan maskul
2.1K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as pian amato
Read
+Library
Mon Amour

Mon Amour

Jika ia belum puas akan jawaban, maka ia tidak akan berhenti bertanya. “Mon amour adalah panggilan cinta dalam bahasa Perancis. Mon amour, berarti cintaku. Panggilanku untuknya agar dia mengerti betapa dia telah menjadi separuh hatiku.” Begitulah kata rekan kerjanya saat itu. Avan selalu teringat-ingat akan kata itu, dan berjanji jika ia memiliki orang yang istimewa di hatinya, akan ia panggil dengan sebutan itu. lalu, pilihannya jatuh pada Farrin. Hanya pada Farrin, karena wanita yang mendekatinya sebelum ini tidak pernah mampu membuat ia menjadi sebegini cinta.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as pian amato
Read
+Library
AMORIST

AMORIST

Panas matahari yang menyengat hari ini membuat keringat membasahi peluh Xaviera setelah tiga jam berada di ruang auditorium tanpa pendingin ataupun kipas angin. Aletta memberikan pelukan terima kasih karena Xaviera mau menemaninya. Sebenarnya Aletta mampu mengendalikan semuanya seorang diri, hanya saja ia tidak seberani Xaviera saat melawan adik tingkat yang sedikit kurang ajar.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as pian amato
Read
+Library
PAMER SUAMI

PAMER SUAMI

ujar Papi Atmajaya. "Mami gak marah, Pi. Cuma gak seru saja karena gak melihat ekspresi Caca saat dilamar tiba-tiba," balas Mami dengan bibir mengerucut. Tapi senyumnya langsung mengembang karena salah satu anak gadis yang merekam semua kejadian sejak mereka tiba menyodorkan ponselnya pada Mami. Tak hentinya beliau terbahak-bahak melihat layar pipih itu.
19.4K viewsCompletedAdded to Library 757 Times as pian amato
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status