Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Liara

Liara

Bukan Biru. Orangnya Redrick adalah Fredica. Tukang cuci yang tempo hari sempat Liara selamatkan agar tidak dipecat. Fredica adalah seorang ibu tunggal yang memang bekerja pada Redrick dulunya. Beberapa minggu lalu anaknya meninggal karena kecelakaan, jadi wanita malang itu hilang arah, setuju saja disuruh membunuh Hagan.
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Luka Cinta Aluna

Luka Cinta Aluna

Meskipun sekarang ia sudah ketangkap basah, jalan bersama Aluna. “Pak Anton!” ucap Rara, kaget melihat Anton. Yasmin dan Rara saling berpandangan, tidak lama, kemudian melihat Aluna dan Anton secara bergantian. Dosen yang mereka tahu sangat di segani di kalangan mahasiswa kedokteran, sekarang sedang bersama mahasiswa bernama Aluna. Seorang perempuan yang tidak memiliki banyak teman, tidak suka bergaul, dan termasuk mahasiswa yang pendiam.
1011.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Saat Helio berada di taman, ia menyembunyikan buku tadi dengan kekuatan sihirnya dan berdiri di hadapan bunga-bunga yang hanya tumbuh di taman ini. "Salam hormat pada Yang Mulia Pangeran Helio," salam kesatria itu. Helio membalikkan badannya, ia memasang ekspresi pura-pura bingung. "Sir Lucas? Kenapa kau ada di sini?" "Saya mengejar pembunuh bayaran Yang Mulia Putra Mahkota. Tadi dia sempat ke sini dan kabur lagi. Jadi saya sekalian menghampiri Anda untuk membawa Anda pulang. Tidak baik jika Anda berlama-lama di sini krena dikhawatirkan msih ada pembunuh bayaran lainnya yang berkeliaran," jelas Sir Lucas.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Menyadari Aiys menatap dirinya, Juna tersenyum kepada Aiys, menambah kadar kegantengan pada dirinya. "Dannn BINTANG SMA NUSANTARA ADALAH.." heboh. Penonton sudah dibuat penasaran, ada yang mulai meremas tangan temannya geram melihat pembawa acara yang selalu bikin penasaran. "ADALAH....." Pak Teno meletakkan mahkota di kepala .. "ALISYA CANTARAA, nilai rata-rata 97,89" Aiys kaget, mahkota itu sekarang sudah berapa di kepalanya. Juna tersenyum puas memandang Aiys. Penonton hebah sorak-sorai.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Elena

Elena

Wajahnya yang putih dengan alis tebal, pesona bibir yang merona alami dan badan proporsional yang langsing namun berisi bak gitar spanyol. Hana perempuan belia yang masih duduk di kelas XII SMA. Rambutnya panjang,hitam legam ,seperti belum tersentuh bahan kimia salon kekinian.Alis matanya pun tebal alami tanpa sulam alis,kulitnya kuning langsat dan bersinar. Wajah Hana yang lembut itu selalu terngiang dalam ingatan. Handi mengecek hapenya. Rasanya tak tahan untuk segera menghubunginya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Richardo Elios

Richardo Elios

ucap Roger mendorong tubuh Sandra kedepan. Sandra melangkahkan kakinya, dia menatap Justin yang tengah berbaring tak berdaya, tatapannya pun mulai bertabrakan dengan tatapan milik Justin. "Tunggu apa lagi? Ayo tembak," ucap Roger. Sandra meneguk ludahnya kasar, dia pun mulai mengangkat tangannya dan menodongkan pistol kearah Justin. "Sandra ..." gumam Justin. BERSAMBUNG....
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

Sementara Laura? “Cita,” ucapnya sambil menyambut tangan Laura dengan erat. Namun, Cita tidak menyematkan senyum sama sekali, karena ia tidak suka berpura-pura bahagia. “Cita Lukito. Sudah berapa bulan?” tunjuknya pada perut Laura yang sudah sangat besar. “Oh …” Laura tertawa pelan, setelah melepas jabat tangannya dengan Cita. Ia mengusap pelan perutnya, lalu berkata, “HPLnya bulan depan.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Elena: Luka Terindah

Elena: Luka Terindah

“Saya hanya menikmati musik. Saya tidak tahu pemain pianonya ternyata seorang penguntit.” Elena mengangkat alis. “Lucu. Tapi sepertinya kau yang terus mengikuti. Jadi siapa yang sebenarnya penguntit?” Rafael memutar rokok di jarinya, lalu memadamkannya di asbak. “Saya hanya kebetulan lewat.” “Kebetulan?” Elena terkekeh pelan, suaranya serak. “Rafael De Luca tidak pernah melakukan sesuatu ‘kebetulan’. Semua langkahmu sudah diperhitungkan, bahkan napasmu.”
704 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Penebusan Dosa untuk Istri kontrakku

Penebusan Dosa untuk Istri kontrakku

Senyum tipis Ricard membuat Rosa memejamkan matanya, sengaja menghindari dari situasi yang tak nyaman. Ricard mendekati tempat tidur Rosa, senyumnya memperlebar. "Syukurlah jika ibu sudah sadar.”Luna berdiri di belakang Ricard, matanya menatap wajah Saras yang terlihat memperhatikan kondisi Rosa. tidak sampai disitu, ia juga memperhatikan bagaimana tangan kanan Saras yang berada dalam genggaman Liam. menyebalkan sekali, tapi ia tidak dapat berbuat apa-apa. dalam keadaan seperti ini, Luna hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menyalurkan rasa bencinya pada situasi ini.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

“Dia cuma cari masalah.” Andre tertawa kecil. “Lihat tuh, Raka. Pacar kamu lebih bijak daripada kamu.” “Dia bukan pacar aku,” jawab Sasa tajam. “Dan aku nggak akan pernah balik sama orang kayak kamu.” Andre hanya tersenyum sinis. “Kita lihat saja nanti. Semua orang akan tahu siapa Aris sebenarnya.” ---
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lucas rosa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status