Teknik Rahasia Di Panti Pijat Om Doni
Pria itu menoleh, menatapku dengan tatapan menggoda, “Emangnya kamu bisa yang lebih kuat? Coba tunjukkan bisa sekuat apa?
Sambil mengingat-ingat apa yang diajarkan Kak Tina, aku pun dengan gugup menuangkan minyak ke punggung pria itu, lalu menggosok kedua telapak tanganku hingga hangat, setelah itu menempelkan ke kulitnya.
Otot pria ini benar-benar padat dan keras. Baru memijat beberapa kali saja rasanya tanganku sudah pegal. Ternyata tidak semudah yang kubayangkan.
“Hei nona, kamu belum makan, ya? Katanya mau pijat yang kuat?”
Dari balik sekat pembatas, terdengar desahan pelan Kak Tina dan napas pria yang memburu, itu terdengar jelas sangat rileks dan penuh kenikmatan.