Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Short Story · Realistis
5.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Laila, dengan hati yang masih menyimpan kenangan manis masa lalu, kembali dipertemukan dengan Raka, cinta pertamanya. Pertemuan tak terduga ini terjadi dalam sebuah proyek besar yang menyatukan perusahaan tempat mereka bekerja. Namun, kebahagiaan bertemu kembali seketika sirna ketika Laila melihat Raka kini duduk di kursi roda. Perubahan drastis ini membuatnya terkejut sekaligus merasa iba. Ternyata, Raka mengalami kecelakaan yang mengubah hidupnya selamanya. Luka fisiknya sembuh, namun luka batinnya jauh lebih dalam. Ia merasa terasing dan kehilangan harapan. Kehadiran Laila bagaikan oase di tengah gurun pasir yang tandus. Ketulusan dan keteguhan hati Laila perlahan-lahan mencairkan dinding pembatas yang dibangun Raka. Namun, perjalanan cinta mereka tidak semulus yang dibayangkan. Raka merasa tidak layak untuk Laila, sementara Laila harus berjuang melawan pandangan masyarakat yang seringkali menghakimi orang dengan keterbatasan fisik. Mereka dihadapkan pada berbagai rintangan dan cobaan yang menguji kekuatan cinta mereka.
Romansa
1.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Cinta pertama William Yuardi tidak sengaja terkunci dalam kantor. Demi menghukumku, dia mengurungku ke dalam gudang pendingin untuk mengintrospeksi diri. “Kamu juga harus rasakan penderitaan yang dialami Nelly. Dengan begitu, kamu baru bisa jera!” William hanya memberiku semangkuk air sebelum mengunciku di dalam. Namun, dia tidak tahu bahwa gudang pendingin yang sudah tidak dipakai ini tiba-tiba menyala setelah dia pergi. Aku yang kedinginan di dalam tidak berhenti meminta tolong. Baik di pintu maupun di dinding, terdapat bekas darah dari jariku. Tujuh hari kemudian, William ingin aku meminta maaf dan membuka pintu gudang pendingin ini. Namun, yang dia temukan hanyalah seonggok mayat yang sudah beku.
Short Story · Romansa
21.3K viewsCompleted
Read
Add to library
TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

Seorang wanita muda, mengetuk pintu rumah Dewi selepas subuh. Dia menyerahkan seorang bayi dan meminta Dewi untuk merawatnya. Selang beberapa jam, di sebuah kampung yang tak jauh dari rumah Dewi, ditemukan mayat wanita, dengan mulut berbusa.
Romansa
10109.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia

Aku seorang janda. Malam itu, dalam keadaan setengah sadar, aku berniat pergi ke kamar mandi, tapi aku menemukan pintu kamar putraku yang berusia 18 tahun sedikit terbuka. Dari dalam, terdengar suara napas terengah-engah yang samar ….
Short Story · Gairah
20.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

"Hai." Seorang wanita cantik menyapaku ramah dengan melempar senyum manis saat pintu kubuka. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis yang dipaksa. Wanita itu masih memandangku ramah dengan sesekali mencari celah ke arah belakangku seperti sedang mencari seseorang. "Boleh masuk?" tanyanya kemudian karena aku masih berdiri di depannya. Belum mempersilakannya masuk. Sengaja. Aku juga masih memegang erat sisi tepi daun pintu agar tidak terbuka lebar. Inginku pintu ini segera menutup dan mencegah wanita ini masuk ke dalam rumah. "Bisakah tidak datang hari ini? Kami ada acara keluarga," ujarku tanpa basa-basi melontarkan pertanyaan itu padanya. Berharap wanita di depanku ini mengerti dan memutuskan pergi. Ini untuk pertama kalinya aku memberanikan diri menolak kedatangannya. "Oh ya, hm … ada acara keluarga? Surya tidak bilang. Acara apa? Boleh ikut?" Mataku terbelalak kaget tak percaya mendengar wanita yang tidak kuinginkan kehadirannya ini bertanya demikian? Ikut katanya? Mataku awas menengok ke arah belakangku, memastikan seseorang yang berada di dalam sana tidak mengetahui siapa yang bertamu saat ini. Aku baru tahu ada makhluk yang tanpa malu seperti dia hidup di muka bumi ini. bukankah memintanya tidak datang ke rumahku saat ini adalah sebuah pengusiran? kenapa dia tidak peka?
Rumah Tangga
1027.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Siasat Cantik Sang Perawat

Siasat Cantik Sang Perawat

Saat menjalani pengangkatan kulit area khusus, aku tidak sengaja memamerkan bagian vitalku. Sejak itu, makin banyak perawat yang melirik ke arahku secara diam-diam. Namun, belum pernah ada yang seberani dia, mengetuk pintu bangsalku saat larut malam.
Short Story · Gairah
5.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Merebut Hati Suami Dingin

Merebut Hati Suami Dingin

Fivi Andria
Aulian terpaksa menikahi Nadira, gadis yang dijodohkan dengannya. Padahal di hatinya sudah terbingkai indah nama sang kekasih, Amelia, seorang selebgram yang sedang naik daun. Mampukah Nadira merebut hati Lian yang selalu bersikap dingin padanya layaknya kulkas dua pintu?
Rumah Tangga
101.2K viewsOngoing
Read
Add to library
Ketika Kami Mudik

Ketika Kami Mudik

Pena_Receh01
"Ini kalian mudik apa pulang kampung? Bawa barang, kok, banyak banget? Udah susah emangnya di Jakarta?"nyinyir Dewi kala mereka baru masuk ke ruangan keluarga tempat mereka berkumpul. "Mudik, Bi, ini oleh-oleh buat kalian,"sahut Panji sambil menaruh oleh-oleh ke lantai. "Hahaa ... pulang kampung kali, inimah bukan oleh-oleh tapi barang-barang kalian! Sana jauh-jauh jangan deket-deket saya, nanti ketularan miskin lagi," hina Dewi membuat Panji dan sang istri terdiam.
Lainnya
103.0K viewsOngoing
Read
Add to library
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Short Story · Mafia
7.3K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
45678
...
32
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status