Tergoda Teman Papa
“Kalau kamu punya masalah sama papamu, coba dibicarakan baik-baik. Kalau ego bisa diturunin sedikit aja, aku yakin semuanya bisa selesai. Jangan tunggu sampai penyesalan datang belakangan, Bri.”
Bricia terdiam. Pandangannya kosong.
Bahkan saat Lucas kembali berbicara, suaranya tak lagi masuk ke telinga. Di kepalanya, justru berkelebat potongan-potongan masa kecil dirinya dan Papanya, di waktu yang sudah lama berlalu.
Sejak kecil, Papanya begitu menyayangi Bricia. Mereka sering bermain bersama, tertawa tanpa beban. Tak jarang Eric pula yang menemaninya tidur dan membacakan cerita sampai Bricia terlelap.