Jangan Paksa Aku...
“Ya tidak Bik, memang dugem selalu mempesona dan membuat orang ternina bobok. Tapi jebakannya maut. Jika kita terperosok, maka habislah kita. Sulit rasanya bangkit dari jurang kenistaan. Kitapun ibarat seonggok sampah yang tidak bernilai lagi. Ana tidak ingin seperti itu.”
“Nah, itu dia namanya keponakan Bibi yang mampu selalu mawas diri. Kita hidup memang harus senantiasa mawas diri, jangan sampai lengah sedikit saja. Kalau lengah, maka kita langsung terperosok ke jurang kenistaan.”
“Bik, paman mana kok dari tadi tidak kelihatan?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.
Bab Populer