Perjalanan ini, Aku Tak Akan Menemanimu Lagi
Setelah hamil, aku melepas proyek biologi yang sudah kuteliti bertahun-tahun.
Aku menyerahkan posisiku pada Tina, mahasiswa bimbinganku sendiri.
Sejak saat itu, Tina jadi sering datang ke rumahku.
Di meja makan, mereka berdua asik berdebat soal data proyek, sepenuhnya mengabaikan keberadaanku.
Padahal proyek itu tadinya adalah hasil kerja kerasku, tapi sekarang diriku bahkan tak diberi kesempatan untuk ikut bicara.
Saat hari pemeriksaan kandungan, mereka berdua malah sibuk meributkan nama bayi di luar ruang dokter.
Suamiku menoleh melihatku dan berkata dengan santai, “Tina bilang dua nama ini lebih berwibawa. Kamu pilih saja salah satunya.”
Aku tak menjawab, hanya berbalik dan menandatangani