Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUKAN PEMBAWA SIAL!

BUKAN PEMBAWA SIAL!

Wajah Pram terlihat sangat bahagia mendengar apa yang diucapkan oleh Shelin, ia juga membalas genggaman tangan Shelin dan ibunya. "Aku berjanji, tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, karena aku sadar, Shelin bukan pembawa sial, aku yang memancing kesialan karena tidak ikhlas menghadapi ujian, terima kasih Shelin, sudah memberikan aku kesempatan kedua, terima kasih Mama sudah merestui kami. Terima kasih Sheila yang ingin Papa dan Mama kembali bersama...." Pram bicara demikian sembari menatap Shelin, ibunya dan juga Sheila yang gembira melihat ayah dan ibunya semakin sering bersama.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as preman juga berhak bahagia
Show Reviews (9)
Read
+Library
Elpit
Mamanya Pram maju primbon nih. Ya emang ada sih perhitungan nama ataupun tanggal lahir tapi itu juga nggak bisa dipercaya seratus persen karena apapun itu Kehendak Allah lebih mutlak. Memang tidak boleh meremehkan hal seperti itu tapi percaya sepenuhnya juga jangan, tetap harus percaya kuasa Allah
Zill Reta
wah novel baru, aku lihat bannernya di Wa penasaran baca, ini sering aku dengar dari sebuah pasangan bahwa menikah ini entar sial, semoga sukses baby face, visualnya keren, cover juga keren, tinggal menunggu video visualnya.
Read All Reviews
Ayah Si Preman Sekolah

Ayah Si Preman Sekolah

Dia langsung memelukku dengan erat dan berkata, "Terima kasih sudah jujur. Aku nggak peduli dengan masa lalumu, aku hanya mau bersamamu." Akhirnya, aku bergabung dengan lebih dari ratusan perempuan lain yang pernah menjadi korban dan menggugat si brengsek ke pengadilan. Akhirnya, dia divonis penjara 10 tahun. Akhirnya, aku dan Ben benar-benar bersama, kami pun segera menikah. Di tahun kedua pernikahan, kami pun dikaruniai sepasang anak kembar perempuan.
6.1K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as preman juga berhak bahagia
Read
+Library
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

“Itu yang membuatku sadar, rasa bersalah tidak akan pernah membuat kita bahagia. Kita hanya akan hidup seperti orang mati yang masih bernapas.” “Kamu tidak pernah egois hanya karena ingin merasa hidup,” ucap Revan dengan keyakinan yang jelas. “Setiap orang berhak mencari kebahagiaan mereka sendiri, termasuk kamu. Apalagi setelah semua yang kamu berikan untuk orang lain.” Mereka tetap berdiri di tempat masing-masing, tapi sentuhan mata mereka tidak pernah terpisah. Revan menggerakkan tangannya, tapi kemudian menariknya kembali.
101.2K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as preman juga berhak bahagia
Read
+Library
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

tanya Selena. "Tentu saja," jawab Raymond tanpa berpikir panjang. "Permen akan selalu menjadi permen. Walaupun sudah memiliki coklat, kalau ternyata permen juga ada, aku ga nolak. Untuk orang yang lahir tidak punya apa-apa, memiliki permen, coklat, atau keduannya tetap menjadi suatu kebahagiaan. Jadi, jika mereka mencari saya lagi, tentu saja saya akan berusaha untuk menerima dan memaafkan mereka," lanjut Raymond.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as preman juga berhak bahagia
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status