PESONA
"Selamat pagi, ini saya Nandini Safira, apa benar ini media berita Secret Artist?"
"Ya, astaga Nona Nandini menelepon. Siapkan buku catatan. Ada apa ya, Nona?"
Senyumku semakin lebar saat mendengar antusias dari karyawan yang mengangkat panggilanku. Bahkan sampai terdengar suara krasak-krusuk dari seberang sana. Sepertinya karyawan itu memanggil teman-temannya, hal ini membuat aku semakin yakin jika apa yang aku lakukan akan berhasil. Dengan bangga dan penuh percaya sir aku pun mengajukan pertanyaanku, mereka langsung berteriak histeris karena tak menyangka akan mendapat durian runtuh.
Hot Chapters