Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dinikahi Dosen

Dinikahi Dosen

Tanganku dengan cekatan mengambil kapas, lalu menuangkan micellar water untuk menghapus make upnya. "Merem bisa nggak?" tegurku kesal karena dia malah melotot ke arahku. "Ih, bentar dulu," ucapnya, lalu pelan-pelan menutup matanya. "Untunglah enggak tebel make upnya. Kalau sampai lima centi, bisa-bisa sampe subuh ngebersihinnya," komentarku di sela-sela mengelap wajahnya Amel yang memang sedikit susah dibersihkan. Make up menyebalkan itu seperti sedang menjahiliku saja.
1036.1K viewsCompletedAdded to Library 974 Times as amandel memerah
Read
+Library
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Dan Amanda sadar jika Nadine sedang mencemoohnya. ‘Brengsek!’ umpat Amanda. ‘Pasti Nadine sengaja ngasih garam yang banyak.’ Ia menatap tajam ke arah Nadine sebelum kembali fokus pada Rhevan. “Mas? Aku buatin roti bakar aja ya?” Rhevan yang baru selesai minum air putih hanya mengangguk. “Boleh. Tapi agak cepet ya!” “Iyaa,” balas Manda sambil menyembunyikan hatinya yang dongkol.
10323.8K viewsCompletedAdded to Library 7.4K Times as amandel memerah
Show Reviews (29)
Read
+Library
CH. Blue Lilac
Halo kakak-kakak readers semua, makasih banyak ya sudah mampir ke buku ini, makasih juga yang udah kasih ulasan, dan gift. Moga kalian selalu sehat, dan makin lancar rejekinya. Love bgt buat kaliaaan... ......
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Istri Kecil Suami Galak

Istri Kecil Suami Galak

Amanda menyeringai senang sebelum akhirnya menambah kecepatan adukan hingga yang paling tinggi, dan sesuai dengan perkiraannya adonan dalam mangkuk terlempar ke sana kemari bahkan sampai mengenai wajah ibu mertuanya. Pekikan dari nyonya alina tidak bisa dihindari, wanita itu menjerit begitu sebuah benda berwarna putih mengotori wajahnya. Amanda segera mematikan benda di tangannya, kemudian menatap Alina dengan kedua tangan yang menutup mulut terkejut. “Astaga, maaf Ma Amanda nggak sengaja!”
107.5K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as amandel memerah
Read
+Library
Janji Amanda

Janji Amanda

Amanda heran. Dia sempat berpikir kalau dia sedang mimpi saat mengatakan hal itu. “Kenapa gue harus marah?” Amanda speechless. “Apa aja yang udah berhasil lo pelajari dari Aldy selain kebahagiaan?”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as amandel memerah
Read
+Library
DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA

DALAM CENGKERAMAN SANG MAFIA

"Kemarikan tanganmu." Amanda mengikuti, membiarkan Anelies menggenggam tangannya dengan dua telapak tangan seperti sedang ingin meramal. "Tutup matamu!" Amanda terus mengikuti dengan patuh. "Tenang dan hirup udara pelan-pelan.
9.7287.5K viewsCompletedAdded to Library 8.6K Times as amandel memerah
Show Reviews (63)
Read
+Library
Sakura Asahara
kasihan banget sihhhh sbnarnya sm si dom/Evan/flint hehehe,,udah dijebak sm si Ardy,istrinya di nikahi pula...tapi miris jg liat keadaan si Ardy....hnmmnm bruntungx si Amanda dikelilingi laki2 yg bucin smp mau berbuat segala cara untuk menjadikan Amanda milik mereka seutuhnya,,,aduhhhhhhh
widia windari
maaf ka, asli mo nanya. di sinopsis ka Jemy blg hanya menulis karakter wanita tangguh. ini tangguh dimananya ya Amanda? pasrah aja diobok2 ama laki lain pdhal bersuami. Tangguh nahan napsu smpe akhirnya dia enjoy berkubang nista?
Read All Reviews
Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Tangan Elara yang tengah mengoleskan campuran bawang putih, jahe dan minyak zaitun pada irisan daging seketika terhenti. Amanda tersenyum miring, puas dengan efek yang ditimbulkannya. “Maaf membuatmu kecewa,” sindirnya. “Kau harusnya berterima kasih padaku karena sudah memperingatkanmu lebih awal.” Ia turun dari stool, menyapu rambut ke belakang telinga, lalu berjalan anggun meninggalkan dapur—langkahnya ringan, seperti seseorang yang baru saja memenangkan permainan kecil.
1049.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as amandel memerah
Read
+Library
Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

ucap Mas Amar dengan lembut, sambil mengusap pelan puncak kepalaku. Aku merasa lemah, jika Mas Amar berbicara lembut padaku. Selalu saja hatiku luluh. Aku pun berbalik dengan wajah yang murung. "Kamu habis nonton apa, sayang? Kok nangis? Kebiasaan deh, kalau sudah nonton drama yang sedih pasti menangis. Hati istriku ini terlalu lembut, makanya mudah menangis." Mas Amar tertawa kecil di akhir kalimatnya.
1054.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as amandel memerah
Read
+Library
MENIKAHI SUAMI WARISAN

MENIKAHI SUAMI WARISAN

“Hu um. Tunggulah sebentar.” Amanda lantas melangkah menuju meja rias. Memoles wajah sedemikian rupa dengan senyuman yang terkulum. Berusaha terlihat tegar meskipun jauh di dalam hatinya sana menyimpan segudang luka. Radit benar. Dia memang sangat bodoh kalau rela mengorbankan diri untuk orang yang tidak pantas. Terlebih lagi untuk Andre yang telah mengkhianati hubungan mereka.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as amandel memerah
Read
+Library
Numpang Memandikan Jenazah

Numpang Memandikan Jenazah

Lalu kenapa sampai mengeluarkan darah sebanyak ini? Gerakan tanganku yang sedang membantu ibu membersihkan cairan merah terhenti ketika melihat bapak dengan gerakan ingin memuntahkan sesuatu. Tenggorokannya seperti tercekat. Makanan atau cairan yang ingin dimuntahkan seolah terlihat susah untuk dikeluarkan sehingga bapak menarik dari dalam dengan sekuat tenaga.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as amandel memerah
Read
+Library
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Sambal tongkol, sambal ikan asin, sayur lodeh nangka muda, dan perkedel buatan Bu Ami, adalah menu yang sangat Izza sukai. Pernah suatu sore, Izza sedang makan di rumah Bu Ami. Tiba-tiba Mas Bambang muncul dan menyeletuk dengan omongan menyakitkan. "Idih, datang makan, datang makan. Enak dong. Jangan makan terus, Zah. Nanti badanmu se-gedhe tugu kabupaten, lhoh. Dan makin susah beranak (punya anak) dong," ucapnya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as amandel memerah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status