Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
REFLECTION

REFLECTION

Apa ada kesalahan percetakan? “Aish, sepertinya aku tidak bisa lagi melakukan hal ini. oke, penggandaan uang akan aku coret dari daftar sumber penghasilan.” Seledri berjalan santai menikmati sore hari itu. Musim juga telah berganti. Angin di musim dingin kini bersiap menyambut hangatnya musim semi. Hari-harinya semakin hari semakin indah. Tanpa belajar, tanpa berpikir pun semua tugas kuliah bisa diselesaikan dengan baik. Nilai Seledri menanjak naik dan membuat Sarah merasa terancam.
103.5K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as prose
Read
+Library
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as prose
Read
+Library
PROLOG

PROLOG

Danu hanya manggut-manggut. Kita berpencar ke meja masing-masing setelah mendengar saapan dari Rendra, dia berhenti di depan mejaku, menatap dan kemudian pergi. aku mulai membaca naskah yang akan dibahas nanti siang. Novel dengan judul “Prolog” menceritakan tentang kehidupan Wanita yang ditinggal nikah dengan pacarnya. Pacarnya terlihat cinta lokasi dengan rekan kerjanya. Hubungan LDR dengan pacarnya membuat hatinya goyah untuk selingkuh dan akhirnya mereka putus. Dibagian pengantar penulis juga menuliskan bahwa kisah ini diangkat dari kisah nyata. Aku membacanya saja ngeri. Membaca kisah seperti ini seperti kisahku sendiri. ****
104.0K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as prose
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Hari ini adalah percobaan kedua dengan jarak tempuh yang ditingkatkan dari percobaan pertama yang menembus angka 15 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40/h, Liam menatap titik merah yang bergerak sedikit lambat berhenti beberapa saat lalu kembali berjalan dengan lancar. Liam menyapu pandangan kesemua anggotanya yang menunggu, Liam menatap Séanne dengan lekat lalu menganggukkan kepalanya. Séanne bangkit mengangkat ponselnya untuk menelepon anak buah yang akan memberi makan Collin, Séanne tersenyum puas lalu kembali duduk.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as prose
Read
+Library
PROMISE

PROMISE

Keesokan harinya Seorang pria bernama Ziko memasuki galery, dia menjadi pusat perhatian terutama kaum hawa. Tujuan utama Ziko adalah lukisan Promise. Mata elangnya menelisik setiap inci lukisan Promise. Dia melihat nama Aruna pada bagian kanan bawah. Semakin lama dia meneliti lukisan itu, semakin lebar senyum di wajahnya. “Akhirnya satu langkah lagi aku menemukanmu!”
105.9K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as prose
Read
+Library

Frequently Asked Questions

Ada semacam sihir ketika puisi prosa bisa mengikat emosi dengan kata-kata yang seolah melayang di antara narasi dan lirik. Salah satu kunci utamanya adalah imajinasi yang liar tapi terarah—bayangkan seperti melukis dengan tinta kata-kata di atas kanvas pikiran pembaca. Aku sering memulainya dengan menangkap fragmen perasaan atau momen kecil, lalu membiarkannya berkembang seperti tetesan air yang memantul di permukaan danau. Misalnya, menulis tentang aroma kopi pagi bisa jadi puisi prosa tentang kesepian atau harapan, tergantung bagaimana kita memilih diksi dan iramanya.

Yang juga penting adalah menghindari kungkungan struktur tradisional. Puisi prosa memberi kebebasan untuk bermain dengan alur tak linier, metafora yang tak terduga, atau bahkan dialog yang terfragmentasi. Cobalah membaca karya-karya Baudelaire atau 'Pulp' oleh Charles Bukowski untuk merasakan bagaimana mereka membangun atmosfer tanpa terikat rima. Terakhir, jangan takut bereksperimen—kadang puisi prosa terbaik lahir dari coretan spontan di sudut buku catatan yang terlupakan.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status