Hati yang Kau Sakiti
Ia mencengkeram sisi tempat tidur, menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
"Hooekk … hooekk!"
Kiran menutup mulut, bergegas menuju kamar mandi. Begitu sampai di kamar mandi, ia langsung berlutut di depan kloset dan memuntahkan isi perutnya. Tubuhnya gemetar, perutnya terasa melilit, dan rasa mual itu tidak kunjung hilang meski sudah beberapa kali muntah.
Suara muntahnya yang keras ternyata terdengar oleh Kinanti, ia langsung berlari masuk ke dalam kamar putrinya dengan wajah cemas, terlebih ia tadi mendengar anaknya seperti memanggil.