Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

"Hamba tak berani mengganggu Yang Mulia dari dekat. Namun setiap kali hamba melihat bulan bersinar di langit malam, hamba teringat pada Yang Mulia—dan warna perak itulah yang paling mengingatkan hamba pada keindahan cahaya bulan itu." Mata Kaisar menyipit perlahan. Perbandinganku yang puitis sekaligus menjaga jarak itu jelas bukan jawaban yang beliau harapkan. Itu jawaban yang indah namun berbahaya—cukup untuk membuat orang lain merasa tersanjung, namun bukan tipe jawaban yang bisa memuaskan seorang penguasa yang terbiasa melihat segala sesuatu secara hitam putih. Beliau melangkah setapak lebih dekat, bayangannya kini sepenuhnya menutupi tubuhku.
543 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

Ia menggulungnya melewati lutut Liying, lalu terus naik, menyibak batas kesopanan yang seharusnya dijaga. ​Bulan purnama yang menggantung di langit malam seolah sengaja menyorotkan cahaya peraknya paling terang ke sudut taman itu, membiarkan Renshu melihat dengan sangat jelas mahakarya sekaligus dosa yang baru saja ia ciptakan beberapa jam yang lalu.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

“Aku tidak akan melupakan malam ini,” batin Zhiya. Ciuman mereka semakin memanas. Di atas mereka, bulan menggantung rendah. Cahayanya tidak terang, tidak pula sepenuhnya redup—seperti perak yang disaring kabut tipis. Ia menyusup di antara awan yang bergerak lambat, memecah diri menjadi potongan-potongan cahaya yang jatuh ke paviliun, ke kolam, ke rambut dan bahu mereka. Bayangan Zhiya dan Lingga memanjang di lantai batu, saling bertumpuk, lalu menyatu. Bulan itu belum hitam.
3.6K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Kontrak Nikah: Istri Pengganti Sang Presdir

Kontrak Nikah: Istri Pengganti Sang Presdir

Dua puluh menit sudah Laura berdiri di atas balkon, kedua matanya terpejam saat menarik nafas menghirup udara malam yang sejenak mampu mengusir rasa beban di dada-nya. Cahaya bulan pun mampu membuat Laura mengulas senyuman tipis. Hatinya sedikit tenang saat melihat pemandangan malam ini yang terlihat indah. "Bulan kau sangat hebat, setiap malam cahaya mu selalu bersinar walaupun semua makhluk di bumi ini, tidak sadar akan kehadiran mu. Aku yakin aku juga akan bisa menerangi hati mas Dave," gumam Laura seolah tengah menjadikan bulan itu sebagai teman bicaranya, meskipun itu terdengar naif.
9.953.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

"Maaf sebelumnya Ibu Layla, jika kedatangan surat saya ini mengganggu ketenangan Ibu Layla. Namun saya tidak dapat menahan perasaan saya terhadap Ibu. Mungkin ini terlalu cepat. Saya sangat mengagumi Ibu Layla, jika Ibu berkenan saya bersedia menjadi bagian dari hidup Ibu. Ijinkan saya mengungkapkan isi hati ini melalui sajak! Engkau laksana rembulan yang menyinari kegelapan malam, sinarmu teduh yang membuat siapapun menatapmu tak pernah bosan. Engkau laksana matahari pagi, yang memberikan kehangatan dari dinginnya malam. Engkau laksana embun pagi yang memberikan setetes kesejukan. Engkau bagaikan bunga mawar, yang menebarkan aroma wewangian yang semerbak, namun berduri.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Hancur Karena Notifikasi M-banking

Hancur Karena Notifikasi M-banking

Aku takut kegelapan] Mengetik . [Aku bukanlah rembulan yang mampu menyinari malammu, bahkan seberkas cahaya lilin pun tak kuasa kusuguhkan padamu. Aku takut, jika cahaya lilinku akan membakar dan merobek hatimu] Huufftt haaahh
9.6201.7K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Tidak sengaja badannya bertabrakan dengan seorang wanita. "Astaghfirullah," ucap Yazid berbarengan dengan wanita itu. Kali ini Yazid menatap wajahnya, senyum yang mengembang di wajah wanita itu sungguh sangat manis seolah menghipnotisnya untuk membalas senyuman itu, binar matanya seolah bersinar teduh seperti sinar purnama di malam yang gulita.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Wira, puisimu yang cahaya bulan terang di depan tempat tidur terlihat seperti embun di tanah itu, sebenarnya inspirasimu dari mana? Bagaimana kamu bisa terpikirkan puisi ini?" Tujuh puisi yang dibuat Wira saat itu semuanya sudah dicatat dan akan segera disebar luaskan ke seluruh wilayah. "Sebenarnya inspirasi dari puisi ini sangat sederhana. Saat aku duduk di tempat tidur dan menatap cahaya bulan di langit, hatiku tiba-tiba kangen dengan rumahku. Kemudian, dalam benakku langsung muncul puisi ini."
96.1M viewsCompletedAdded to Library 227.2K Times as puisi cahaya bulan
Show Reviews (2659)
Read
+Library
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Read All Reviews
Cinta Kakak Dokter

Cinta Kakak Dokter

Kutulis sebuah surat, Untukmu cahaya dalam gelap ku, Sang penopang air mataku, Aku akan berjalan tanpa cahaya mu, Cahaya yang selalu hadir dalam gelap ku. Apakah cahaya itu redup?! Sehingga ku tak dapat mengenalimu di tengah gelap nya hariku. Ataukah cahaya itu lelah? menemaniku ditengah gelap yang sering menghampiriku.
4.6K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

Tak seperti biasanya, surat kali ini terlalu pendek; sesuai juga dengan kertasnya yang juga hanya sebesar kertas origami. ...-------... Di langit yang tampak cerah, ada bulan yang diam-diam melimpat. Di sebuah sudut kamar yang resik, ada setitik cahaya yang diam-diam menyembul cepat. Di sebuah sudut pikiran yang semrawut, ada harap yang diam-diam tersemat. Jikalau boleh, jikalau semesta merestui, maukah engkau memberi sebuah pertemuan dalam sempat?
3.3K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as puisi cahaya bulan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status