Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

"Hamba tak berani mengganggu Yang Mulia dari dekat. Namun setiap kali hamba melihat bulan bersinar di langit malam, hamba teringat pada Yang Mulia—dan warna perak itulah yang paling mengingatkan hamba pada keindahan cahaya bulan itu." Mata Kaisar menyipit perlahan. Perbandinganku yang puitis sekaligus menjaga jarak itu jelas bukan jawaban yang beliau harapkan. Itu jawaban yang indah namun berbahaya—cukup untuk membuat orang lain merasa tersanjung, namun bukan tipe jawaban yang bisa memuaskan seorang penguasa yang terbiasa melihat segala sesuatu secara hitam putih. Beliau melangkah setapak lebih dekat, bayangannya kini sepenuhnya menutupi tubuhku.
534 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

Ia menggulungnya melewati lutut Liying, lalu terus naik, menyibak batas kesopanan yang seharusnya dijaga. ​Bulan purnama yang menggantung di langit malam seolah sengaja menyorotkan cahaya peraknya paling terang ke sudut taman itu, membiarkan Renshu melihat dengan sangat jelas mahakarya sekaligus dosa yang baru saja ia ciptakan beberapa jam yang lalu.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

“Aku tidak akan melupakan malam ini,” batin Zhiya. Ciuman mereka semakin memanas. Di atas mereka, bulan menggantung rendah. Cahayanya tidak terang, tidak pula sepenuhnya redup—seperti perak yang disaring kabut tipis. Ia menyusup di antara awan yang bergerak lambat, memecah diri menjadi potongan-potongan cahaya yang jatuh ke paviliun, ke kolam, ke rambut dan bahu mereka. Bayangan Zhiya dan Lingga memanjang di lantai batu, saling bertumpuk, lalu menyatu. Bulan itu belum hitam.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Kontrak Nikah: Istri Pengganti Sang Presdir

Kontrak Nikah: Istri Pengganti Sang Presdir

Dua puluh menit sudah Laura berdiri di atas balkon, kedua matanya terpejam saat menarik nafas menghirup udara malam yang sejenak mampu mengusir rasa beban di dada-nya. Cahaya bulan pun mampu membuat Laura mengulas senyuman tipis. Hatinya sedikit tenang saat melihat pemandangan malam ini yang terlihat indah. "Bulan kau sangat hebat, setiap malam cahaya mu selalu bersinar walaupun semua makhluk di bumi ini, tidak sadar akan kehadiran mu. Aku yakin aku juga akan bisa menerangi hati mas Dave," gumam Laura seolah tengah menjadikan bulan itu sebagai teman bicaranya, meskipun itu terdengar naif.
9.953.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

"Maaf sebelumnya Ibu Layla, jika kedatangan surat saya ini mengganggu ketenangan Ibu Layla. Namun saya tidak dapat menahan perasaan saya terhadap Ibu. Mungkin ini terlalu cepat. Saya sangat mengagumi Ibu Layla, jika Ibu berkenan saya bersedia menjadi bagian dari hidup Ibu. Ijinkan saya mengungkapkan isi hati ini melalui sajak! Engkau laksana rembulan yang menyinari kegelapan malam, sinarmu teduh yang membuat siapapun menatapmu tak pernah bosan. Engkau laksana matahari pagi, yang memberikan kehangatan dari dinginnya malam. Engkau laksana embun pagi yang memberikan setetes kesejukan. Engkau bagaikan bunga mawar, yang menebarkan aroma wewangian yang semerbak, namun berduri.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Hancur Karena Notifikasi M-banking

Hancur Karena Notifikasi M-banking

Aku takut kegelapan] Mengetik . [Aku bukanlah rembulan yang mampu menyinari malammu, bahkan seberkas cahaya lilin pun tak kuasa kusuguhkan padamu. Aku takut, jika cahaya lilinku akan membakar dan merobek hatimu] Huufftt haaahh
9.6201.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Tidak sengaja badannya bertabrakan dengan seorang wanita. "Astaghfirullah," ucap Yazid berbarengan dengan wanita itu. Kali ini Yazid menatap wajahnya, senyum yang mengembang di wajah wanita itu sungguh sangat manis seolah menghipnotisnya untuk membalas senyuman itu, binar matanya seolah bersinar teduh seperti sinar purnama di malam yang gulita.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Wira, puisimu yang cahaya bulan terang di depan tempat tidur terlihat seperti embun di tanah itu, sebenarnya inspirasimu dari mana? Bagaimana kamu bisa terpikirkan puisi ini?" Tujuh puisi yang dibuat Wira saat itu semuanya sudah dicatat dan akan segera disebar luaskan ke seluruh wilayah. "Sebenarnya inspirasi dari puisi ini sangat sederhana. Saat aku duduk di tempat tidur dan menatap cahaya bulan di langit, hatiku tiba-tiba kangen dengan rumahku. Kemudian, dalam benakku langsung muncul puisi ini."
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227.2K kali sebagai puisi cahaya bulan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Cinta Kakak Dokter

Cinta Kakak Dokter

Kutulis sebuah surat, Untukmu cahaya dalam gelap ku, Sang penopang air mataku, Aku akan berjalan tanpa cahaya mu, Cahaya yang selalu hadir dalam gelap ku. Apakah cahaya itu redup?! Sehingga ku tak dapat mengenalimu di tengah gelap nya hariku. Ataukah cahaya itu lelah? menemaniku ditengah gelap yang sering menghampiriku.
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Tak seperti biasanya, surat kali ini terlalu pendek; sesuai juga dengan kertasnya yang juga hanya sebesar kertas origami. ...-------... Di langit yang tampak cerah, ada bulan yang diam-diam melimpat. Di sebuah sudut kamar yang resik, ada setitik cahaya yang diam-diam menyembul cepat. Di sebuah sudut pikiran yang semrawut, ada harap yang diam-diam tersemat. Jikalau boleh, jikalau semesta merestui, maukah engkau memberi sebuah pertemuan dalam sempat?
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi cahaya bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status