Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ifat

Ifat

Aku berdiri tegak, menengadah ke langit, memandang bulan yang kuning emas berpendar-pendar. Aku mengangkat tangan kananku ke atas pelan-pelan. Jejari tanganku terbuka lebar. Lalu, seolah aku benar-benar akan menggapainya, kurenggut bulan di dalam genggamanku. “Ya Allah, izinkanlah..,” “Malam ini aku pinjam rembulan, dan kumohon pada-Mu, jangan cabut nyawaku sebelum kukembalikan ia pada tempatnya,,”
105.4K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as puisi rembulan
Show Reviews (10)
Read
+Library
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Read All Reviews
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Nai menerima. Malam berjalan, rembulan dengan sinarnya yang hijau cerah tampak bersinar. Sebuah benda dengan ukuran seperti bulan di bumi, dengan warna hijau keputih-putihan, itu adalah rembulan di Kulstar. Safa bertanya kepada Nia, “ Apakah itu adalah rembulan, Nia?” Nia menjawab, “Iya, itu adalah rembulan.” Dia membalikkan pandangan pada Safa, lalu berkata dengan heran, “Hai, dari mana kamu tahu jika benda itu bernama bulan?”
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as puisi rembulan
Read
+Library
TERPAKSA MENJADI PELAYAN KAMAR TUAN MUDA

TERPAKSA MENJADI PELAYAN KAMAR TUAN MUDA

Part 48. Tuduhan Nyonya Besar Rembulan yang menggantung indah dengan sinarnya yang cerah, tiba-tiba didatangi mendung. Menggulung cahayanya hingga meredup. Sekali lagi Ayara mendesah. Menyayangkan kejadian itu. Seharusnya dia bisa lebih lama menikmati cahaya rembulan yang jarang bisa ia temui itu.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Puisi ini Ten wiersz jest Garis surya di dinding Żyłką słoneczną na ścianie Seperti semua fotografi musim semi Jak fotografia wszystkich wiosen Aku akan membawakanmu beberapa nyanyian hujan Kantyczki deszczu wam przyniosę Nada musik pudar di lonceng langit Wyblakłe nutki w nieba dzwon Seperti menghirup angin muda Jak młodym wiatrem oddychanie
105.2K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Mertua Rasa Pelakor

Mertua Rasa Pelakor

( Penolakan Azam ) "Rinai hujan kembali menyapa senja hari ini, dinginnya menentramkan jiwa yang rapuh. Aku tak menyukai rembulan. Karena kemunculannya, membuat senja memudar termakan pekatnya malam. Aku masih berharap, mentari tak bersinar lagi selamanya. Namun, semua itu tak akan mungkin terjadi. Sama seperti halnya aku yang masih mengharap cinta dari Azam."
1021.4K viewsOngoingAdded to Library 663 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kataku pada Mei. “Iya, aku juga sudah terbiasa dengan nyamuk. Lagian di rumahku juga banyak sekali nyamuknya.” Dan kami masuk rumah bersama-sama. Tidak ada hantu untuk malam ini, sangat menyenangkan. Rembulan entah senang atau menangis kami tinggalkan untuk sesaat ini. Rembulan adalah lambang keindahan selain bintang. Dia akan selalu indah walaupun malam kegelapan mendatangi bumi. Dia indah dengan dirinya sendiri.
8.99.9K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as puisi rembulan
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 308 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Ajari Aku Salat

Ajari Aku Salat

Rembulan menjadi condong dengan semburat yang memandikan bumi bersama meteor yang meresahkan jiwa. Rasa yang merangkak naik bersama bulir-bulir keringat yang menjadi makna dari keinginan yang tidak tersalurkan. ***Meyyis***
1033.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi rembulan
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Dan dia tidak bisa menepis perasaan bahwa ada sesuatu yang salah, terutama di sekitar rumah sakit itu. Malam hari, saat langit semakin gelap, Gracya berjalan menuju rumah sakit di belakang kampus. Udara malam terasa lebih dingin dari biasanya, dengan awan-awan gelap yang menutupi bintang-bintang. Gracya menatap langit sesaat, sebelum menghela napas panjang dan melanjutkan langkahnya. "Nyanyi aja, Grace. Tetap riang. Ini cuma malam biasa," katanya pada dirinya sendiri, sambil mulai bersenandung kecil.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi rembulan
Read
+Library
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?” Aku dan Tomi saling bertukar senyum. “Setelah itu… lahirlah kalian, tiga bocah kecil yang selalu bikin rumah ini ramai.” Angin malam berhembus, membawa aroma bunga gardenia. Saat itu aku sadar, semua luka, penderitaan, dan air mata di masa lalu… benar-benar hilang bersama angin. [Tamat]
5.6K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as puisi rembulan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status