Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri yang Kau Hinakan

Istri yang Kau Hinakan

usir Sadam. "Bilang saja gak punya duit, dasar cowok kere! Tampangnya saja yang mirip orang tajir nyatanya gak mampu bayar wanita secantik aku, pake acara nolak segala lagi," gerutu wanita itu namun tak terdengar jelas oleh Sadam yang mabuk. Sadam anteng saja minum, tak peduli ocehan wanita yang berlabel kupu-kupu malam itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

TRAGEDI CINTA BUNGA DESA Penulis : David Khanz Deru gemuruh ombak di lepas pantai, bergulung riuh membentengi lautan. Berlarian disertai buih putih, seakan tengah berlomba mendahului menggapai tepian daratan. Terayun kuat bersama sapuan banyu yang menarik ulur tiada henti. Sementara sang surya pun tak ingin ketinggalan, dengan pongahnya menyemburkan bara memanggang bumi. Bercampur baur dalam semilir yang kian menyengat.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi laut bercerita
Baca
+Pustaka
My Posessive Boyfriend [Indonesia]

My Posessive Boyfriend [Indonesia]

"Langit dibalik menimpa laut, laut dibalik menimpa langit. Tapi Tuhan tak pernah memutuskan buat membalik mereka. Karena Tuhan tahu, ada hal-hal yang harus dilindungi oleh masing-masing. Laut itu indah, di dalamnya ada suka duka. Tempat bekerja bagi para nelayan juga. Di sana, gue nggak tahu bakal menemukan apa. Tapi di sini, dengan melihat deburan ombak yang tenang, gue menemukan diri gue tiba-tiba baik-baik saja. Laut itu, sebuah mahakarya, hadiah dari Tuhan untuk kita." Jeno memaparkan. "Dari yang aku tangkap, kamu suka laut karena deburan ombak itu," laki-laki itu menunjuk jauh ke sana, "membuat kamu merasa tenang, 'kan?"
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai puisi laut bercerita
Baca
+Pustaka
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Hempasan gelombang laut kadang kala membuat Lanting Beruga tenggelam diterpa oleh ombak lautan, memaksa air asin masuk ke dalam mulutnya sampai tersedak. Namun, bukannya memelankan laju ilmu meringankan tubuh, dua orang tetua itu semakin cepat melaju melewati laut. "Sial, uhuk uhuk ...kalian semua ...uhuk, pasti punya dendam kesumat denganku." Di udara, Garuda Kencana tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Lanting Beruga, sudah sebesar ini kenapa pemuda itu masih mabuk laut?
9.33.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120.5K kali sebagai puisi laut bercerita
Tampilkan Ulasan (1034)
Baca
+Pustaka
Insan Perantau
sangat menarik jalan cerita..menunggu bab selanjutnya terasa debar di hati menantikan cerita seterusnya.Seakan diri termasuk dalam cerita menantikan lawan yang akan ditewaskan. Rakan- rakan seperjuangan juga menarik isi cerita menghadirkan sebuah cerita yang hebat. Seni pertarungan yang menarik lag
Jayashree
Kalo kamu dijodohkan sosok kaya, rupawan dan sempurna gimana gais? Sayangnya Zora menolak dengan pasti dan memilih kekasihnya yang sederhana. Ayahnya tidak bisa membiarkan hal ini dan berencana untuk menghancurkan kekasih dari putrinya. Hemm gimana kelanjutannya? Mampir ya di "Arti Cinta Untuk Zora"
Baca Semua Ulasan
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Bab 96 Seandainya Hujan turun dengan deras di atas permukaan air laut. Prediksi mengatakan hari ini cerah. Namun entah kenapa tiba-tiba air laut menjadi pasang. Ombak bergulung-gulung setinggi empat meter menyapu sampan kecil yang kami tumpangi. Hingga pecah dan menenggelamkan penumpangnya. Kayu untuk mengayuh sampan ini tidak kuasa melawan arus. Meski dua tenaga orang dewasa sudah dikerahkan. Ustaz Rahman dan nelayan akhirnya harus menyerah. Membiarkan sampan terbawa arus dan pecah.
9.4121.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai puisi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status