PURA PURA JADIAN
Kami mungkin tidak memiliki drama cinta yang penuh air mata, tetapi kami punya banyak momen lucu yang bisa membuat kami tertawa, bahkan saat dunia terasa berat.
"Jadi, kapan puisi berikutnya?" tanyaku sambil menjatuhkan tangan ke atas meja, pura-pura lelah karena 'terlalu banyak puisi' yang masuk.
Reyhan tertawa keras, sambil meletakkan tangannya di dadaku. "Puisi berikutnya? Tunggu aja, karena puisi gue nggak ada habisnya! Kali ini, aku akan nyanyiin lagu untuk kamu di depan kelas!"