Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kolonialisme dan Budaya Campuran Keragaman kesenian tradisional dan budaya Indonesia tidak pernah habis saya kagumi. Mulai dari bahasa daerah, syair, tarian, musik, hingga ke seni pertunjukkannya. Mungkin tidak akan cukup seumur hidup saya untuk mengenali masing-masing kesenian dan produk budaya itu. Bahkan untuk kesenian tradisional di satu daerah saja, katakanlah di Yogyakarta, menawarkan sumber yang tidak akan pernah habis untuk digali. Rasa kagum terhadap budaya sendiri itu pun semakin terasa ketika saya jauh dari Indonesia. Perasaan kagum yang kemudian berubah menjadi rasa bangga, terutama jika kawan-kawan dari negara lain mulai bertanya macam-macam tentang Indonesia pada saya.
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 344 Times as puisi tradisional
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as puisi tradisional
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati. Parakohau terbang membawa cerita, Tentang cinta dan janji kita pada dunia." Jun-ho, yang mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa bahwa puisi itu bisa menjadi inti dari kampanye mereka. “Sari, ini luar biasa. Puisi ini bisa menjadi narasi utama untuk video kita.” Sinta menambahkan, “Dan kita bisa menambahkan musik tradisional sebagai latarnya. Musik yang menghubungkan cerita kita dengan jiwa hutan ini. Musik kabanti dengan irama gambus.”
3.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as puisi tradisional
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as puisi tradisional
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K viewsCompletedAdded to Library 184 Times as puisi tradisional
Read
+Library
My Lady, Jadikan Aku Milikmu

My Lady, Jadikan Aku Milikmu

“Kenapa sekarang?! Kenapa?!” Bersambung... *paon : dapur tradisional di Bali yang terpisah dari rumah utama *saang: tungku kayu bakar
10813 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as puisi tradisional
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status