Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Karena kau sibuk merangkai cerita, Bumi. Tugasmu adalah membuat orang merasa dekat. Tapi aku senang membaca filsafat, antropologi… misalnya Lévi-Strauss yang bilang mitos bukan cerita kosong, melainkan cara masyarakat menata dunianya. Dari situ aku percaya, setiap karya budaya adalah jendela batin sebuah bangsa.” Bumi tak bisa menahan tawanya yang lembut. “Astaga, Sita… aku merasa seperti mahasiswa yang duduk mendengarkan dosen favoritnya. Kau tahu, aku terpesona. Aku tak menyangka calon istriku bisa membuatku melihat sejarah dan budaya dengan cara yang sama sekali baru.” Bumi masih menatap Sita dengan rasa kagum yang sulit disembunyikan.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 332 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Ini… Puisi ini… Bibir merah Debra sedikit terbuka, saat dia mengulang dengan lembut. “Di atas pohon tua yang dihiasi tanaman merambat kuno dan burung gagak malam yang terbang. Di bawah jembatan kecil di pondok terdekat, sebuah sungai mengalir. Itu tertulis di seluruh wajahnya yang cantik, sehingga dia begitu asyik dengan puisi ini! Tanaman merambat kuno, pohon tua, burung gagak, jembatan kecil, aliran sungai ... Semua itu adalah kosakata sederhana, tetapi memberikan konsepsi artistik yang mendalam jika digabungkan.
8.57.2M viewsCompletedAdded to Library 273.8K Times as puisi keragaman budaya
Show Reviews (2480)
Read
+Library
Juli Anti
kenapa derryl tidak d kembali kan ke tmptx ke gerbang Elysium berkumpul bersama saudaranya knpa cirtax smakin k SMAkin membosan kan coba satu kam kembali cester derril nd dax bersama jngn d pisah kn lge dong
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Read All Reviews
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Kecanggihan luar hanyalah cermin dari kedamaian dalam." Aura memprakarsai The Great Unification of Arts, sebuah festival di mana lukisan, musik, tarian, dan sastra menyatu dalam satu pertunjukan raksasa yang meliputi seluruh langit planet. Lukisan yang dibuat oleh seniman akan mengeluarkan nada musik saat dilihat, dan musik tersebut akan memicu tarian cahaya di udara, yang pada gilirannya akan membentuk kata-kata puitis di benak para penonton.
907 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

Apakah telah selesai? Kidung Wahyu Kolosebo merupakan salah satu syair lagu sastra yang diciptakaan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga atau Raden Said. Kidung tersebut pada dasarnya berisi tentang ajaran baik yang digunakan selama Sunan Kalijaga berdakwah dan mengajak masyarakat untuk memeluk agama Islam. Dan kini berhasil menyadarkan Rumana, yang hampir berbuat serakah dengan keinginannya menghidupkan kedua anaknya yang telah mati.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 81 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Miskin Gara-gara Nikah Lagi

Miskin Gara-gara Nikah Lagi

Dasar, aneh-aneh. "Kata mas Haidar, gak papa suka sama Korea. Yang penting ibadah jangan sampai lalai. Lagian, sekedar ngefans, Mbak. Sama aja kayak kita suka sama sepak bola, atau artis Indonesia. Atau yang lebih umum lagi nih, drama, film, dan musik dari Barat. Selama kita gak membenarkan secara membabi buta seluruh budaya dari sana, gak masalah kok. Lucu aja sih kalau dengar orang menghina hanya karena aku suka Korea. Emang kenapa? Orang Korea bukan ciptaan Allah kah? Kan katanya, diciptakan manusia berbeda-beda, kulitnya, budayanya, bahasanya itu supaya saling mengenal. Ya kan, mbak?" Aku tersenyum, mengangguk. Pasti dia kalau presentasi di kelas jago debat.
10129.5K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

*** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana Tempatku menuangkan segala asa Kupersembahkan khusus untukmu Wahai ... sang pemilik rindu Di sini ku terdiam Terbelenggu tabir hitam Entah kapan engkau datang Membawa secercah harapan Wahai ... sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah
2.9K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Happier

Happier

Fletcher. "Mudah-mudahan Caffetaria ngak ikut merayakan kebudayaan negara tetangga sebelah Utara kesayangan kita hari ini." Harap cemas Hailee. "Kira-kira apa makananya? Bacon Canada?" Hailee mengerutkan hidung. Salah satu acara pekan multikultural adalah Caffetaria akan menghidangkan menu khusus dari kebudayaan setiap Negara berbeda setiap harinya. Ia masih ingat hari Polinesia pada tahun pertama, saat Caffetaria menyajikan hidangan babi utuh dengan hiasan jeruk di dalam mulut. Hailee masih belum benar-benar pulih dari trauma itu dan bakal langsung tercekat kalau memikirkan Bacon-----atau daging babi atau Ham.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Warga menyebutnya air kenang, karena baunya memancing ingatan orang-orang akan tempat yang tak pernah mereka kunjungi, tapi mereka rindukan. Banyak yang percaya puisi Saram adalah semacam kode metafisik—seperti mantra yang tak disengaja, menghubungkan dunia nyata dengan kemungkinan yang tersembunyi. Ada yang bilang dia menulis dalam “Aksara Lapis Ketiga,” yakni jenis tulisan yang terbaca berbeda oleh setiap orang tergantung luka atau harapan yang mereka bawa.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

"Siapa yang tidak tahu tentang gaya reguler? Nomor satu dalam gaya reguler. Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak punya hak untuk mengikutinya!!" Lu Xiao terus mengabaikannya dan hanya mengambil kuasnya. *"Pasir padang gurun seputih salju, bulan di Gunung Swallow seperti kail.* *Ia memiliki otak emas. Segeralah melangkah di bawah musim gugur yang jernih."* Itu adalah puisi *Ma Shi* karya penyair Li He. Hanya dua baris, namun mengandung rasa kesunyian padang gurun yang mendalam.
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 257 Times as puisi keragaman budaya
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status