Terjerat di Hati yang Salah
sapa Mentari saat panggilan tersambung.
[Sayang ... lusa aku pulang, urusanku lebih cepat selesai dari waktu yang diperkirakan, tunggu aku, ya, love you, istriku sayang.]
“Benarkah? Ah, senangnya,” ucap Mentari, kali ini sungguh terlahir dari isi hatinya yang terdalam.
[Tentu saja, Sayang ... aku kangen kamu, kangen anak-anak.]
“Me too.”
[Oke, see you, Darling, love you so munch.”]
Hot Chapters