Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

Sekarang giliran puisi Yanto yang dikoreksi Desfa. "Hidup itu sulit Hidup itu rumit Akhirnya sama saja Kenapa kita harus sekolah Gue capek pengen nikah Kalau mati gue belum siap" Desfa berusaha menahan tawa setelah membaca puisi Yanto. Karena penasaran, Rania merebut kertas itu dan membacanya bergantian dengan yang lainnya. Seketika tawa mereka semua pecah, tak menyangka humor mereka serendah ini hingga menertawakan hal sepele. Mungkin karena mereka terlalu lelah.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Karya-karyanya begitu menyentuh hati…,’ gumam Eguh dalam hati. Cinta yang datang membawa bahagia Melumpuhkan pertahanan tembok cina hati ini Bagaikan serdadu perang fakir cinta Aku hanyalah manusia biasa Manusia biasa yang mengharap cinta Cinta yang sederhana Cinta yang adanya bumbu ketulusan Bukan cinta akibat gas karbit kemewahan Mungkin aku manusia naif yang tak sadar realitas
96.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Pacar Pembantu

Pacar Pembantu

*** "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada--" "Syair Kahlil Gibran!" seru seseorang dari arah belakang. Keyla menoleh, ia menatap datar orang itu yang tidak lain adalah Kaisar. Entah sejak kapan cowok itu berada di sana Keyla tidak peduli. Keyla menggidikan bahu lalu kembali memfokuskan pandangan pada buku yang ia pangku, sesekali menyuap nasi gorengnya.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

Doanya sederhana. "Ya Allah, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih karena aku masih diberi kesempatan untuk menolong orang lain. Besok pagi, aku akan berangkat lagi. Aku akan cari mereka yang membutuhkan. Aku akan lakukan apa yang bisa aku lakukan. Amin." Wandi berbaring di kasur barunya, kasur spring bed sederhana, tidak terlalu empuk, tidak terlalu keras. Matanya terpejam. Pikirannya tenang.
10947 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Tanya Darma "Ini pasti salah Papa, Papa selalu marahi Mama, karena itu mama pergi, Aditya ingin Mama... Aditya ingin Mama, " Aditya meronta ingin bertemu dengan Alisa, seketika Darma terdiam. "Aditya melihat papa marahin mama, lalu mama menangis ketika papa sudah pergi, papa jahat, papa jahat sama mama, Aditya mau mama, " ucap anak itu meronta-ronta.
101.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

#PJSR 2 ________________ PoV Bang Ochi ________________ Harapanku sederhana, semoga suatu masa nanti aku dan kamu dapat melihat malam yang hujan dari satu pintu tenda yang sama dan meremas dinginnya malam. Apakah sesulit ini memahami seorang perempuan? Setiap sikapnya seakan mengabarkan isyarat, tapi sayangnya aku dan dia hanya seperti memiliki banyak momen tanpa sebuah komitmen.
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

katanya, suaranya lembut. Ia meraih kain kecil dari pakaiannya. Puisi pendek tertera di sana, ditulis dengan aksara halus Di tepi kolam, bawah ketapang tua, Hati kita bebas, meski dunia menutup. Jika takdir memisah, di bukit ‘kan kutunggu, Dengan melati dan kenanga, untukmu selalu. Raka membaca puisi itu. Jantungnya berdegup keras. “Ini… indah, Gusti,” katanya, suaranya serak. “Aku simpan ini, sebagai pengingat.”
867 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Terpikat Mayor Ajudan Bapak

Dia seperti sedang rindu dengan kesederhanaan yang dulu. "Apa kita bisa pulang sekarang?" Panji yang merasa sudah 1 jam membiarkan Sekar di sana, coba menghampirinya. "Bukankah rumah yang cantik, Mas?" Sebelum menoleh, dia menyeka kasar air mata sebelum menjawab Panji. Dia menunjukkan hasil karyanya. Sebuah rumah sederhana dengan keluarga bahagia. Seperti keinginannya, dia berharap keluarga bahagia, meski itu sulit dia dapat. Padahal hal seperti ini sudah sejak lama dia lalui, namun dia masih berharap keluarga yang sederhana. Dia harus mulai menerima kenyataan, jika ini memang menjadi kewajibannya sebagai anak Adi Bagas.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

— Rendra masuk dari pintu. Melihat tulisan itu. “Makin sederhana ya tulisan kamu,” katanya. Rafa tertawa kecil. “Iya… soalnya aku juga mulai ngerti yang sederhana.” Rendra mengangguk. “Itu biasanya yang paling susah.” — Hari-hari berikutnya berjalan dengan pola yang hampir sama. Tidak ada yang mendesak. Tidak ada yang membuat Rafa kembali ke titik awal.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi sederhana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status