Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
Arifdimensi waktuperjalanan waktubuku perjalanan waktunovel garis waktu fiersa besari
Wira tiba-tiba melanjutkan lagi dengan suara yang sedih, “Prestasi yang sudah dibangun selama berpuluh-puluh tahun terasa bagaikan debu yang tak berarti, berapa banyak pergolakan yang sudah terjadi dalam perjalanan untuk mencapai kedamaian. Jangan biarkan masa muda berlalu begitu saja dan meninggalkan penyesalan di hari tua.”
Duar! Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Setelah hening sesaat, semua orang pun menjadi heboh.
Putro, Gading, Iswanto, dan Kuswanto mulai menulis. Saat menulis, air mata mereka pun menetes. Bagi seorang cendekiawan, puisi hanyalah salah satu cara untuk menyuarakan pemikiran mereka, bukanlah tindakan sebenarnya. Namun, apa yang dilafalkan Wira sudah menyentuh h
Beliebte Kapitel