Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Kaiwen09
Tersentak, lantas netra berkeliling, menatapi seluruh penumpang. Tangan bergetar ketika mendapati nama orang tercinta tertera di panggilan. "Suamiku masih hidup!" teriaknya pada semua orang yang tidak percaya, bahkan sebagian dari mereka berteriak. "Mustahil! Sekali keluar, maka tidak ada jaminan untuk hidup!" "Matikan telponnya, mereka bisa mendengarmu, bodoh!" Tangan-tangan itu merayap tanpa mata, saling menindih dan menabrak demi mendapat secuil daging hangat yang tak pernah membuat mereka kenyang.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Musuhku Canduku

Musuhku Canduku

"Mengapa tubuh ini menjadi panas dan tidak bisa dikendalikan?” Napasnya gemetar, kakinya goyah. Di saat ia hampir jatuh, sebuah tangan menahannya. “Tenang. Pegang tanganku! Kau bisa duduk?” Suara itu asing. Tegas. Zayn Velasco pria yang bahkan belum sempat ia kenal namanya, menjadi satu-satunya penopang di tengah kekacauan. “A~aku tidak tahu apa yang terjadi,” bisik Sarah. “Tidak apa-apa,” jawab Zayn. “Aku tidak akan membiarkanmu jatuh.”
10636 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Dara Ameera

Dara Ameera

Senja Bulan Juni
Dara Ameera, 23 tahun, yang semula adalah anak dari keluarga terpandang, tiba-tiba saja kehilangan semuanya. Karena kasus penggelapan dana yang tidak pernah di lakukan oleh ayahnya, menyebabkan sang ayah harus mendekam di balik jeruji besi sesuai dengan hukuman yang di terimanya. Disaat masa-masa buruk seperti ini, Dara terpaksa berhenti kuliah. Sedangkan saudara dan para kerabat mereka tidak ada yang percaya dan menolong mereka, bahkan adik dari ayahnya pun tidak bisa menolong mereka yang telah kehilangan seluruh harta benda mereka. Dara di paksa kuat oleh keadaan, dan harus menerima kenyataan jika saat ini dirinya lah yang bertanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, menggantikan sang ayah. Belum selesai dengan itu, Dara kembali di persulit dalam mencari pekerjaan, karena ia hanya lulusan SLTA dan juga status ayahnya sebagai koruptor. Dara tidak tahu, di balik segala kesulitan hidupnya itu, ada sosok pria yang tengah tertawa melihat penderitaannya. Seorang pria yang pernah terkait dengannya di masa lalu, kini telah berdiri menjadi seorang pria terpandang dan berkuasa di kota ini. Ia datang kembali untuk membalaskan dendamnya kepada Dara yang pernah menghinanya di masa lalu. Pria itu adalah Danu Alfarez, pria paling berkuasa di kota ini. Lalu, bagaimana jika keduanya saling bertemu? Apakah Dara akan baik-baik saja?
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Ginjalku, Untuk Cinta Pertama Suamiku

Pada peringatan satu tahun rujuk kembali dalam pernikahan mereka, Helena Paramita membawa bunga dan hadiah, bersiap pergi ke hotel tempat suaminya, Jazli Ruslan, menginap untuk perjalanan dinas, dengan niat memberi kejutan. Namun di tengah perjalanan, dia mengalami kecelakaan mobil. Dokter kemudian memberikan pemberitahuan ancaman keguguran, "Bu Helen, kamu pernah mengalami keguguran sekali dan kamu juga telah kehilangan satu ginjal. Kehamilan kali ini akan cukup berat." Helen tertegun. "Dokter salah ambil laporan nggak? Ini kehamilan pertamaku dan aku juga nggak pernah menjalani operasi ginjal." "Nggak mungkin salah. Ini adalah catatan medismu sebelumnya, lengkap dengan tanda tangan persetujuan operasi dari suamimu." Sekilas, Helen langsung melihat tanggal yang tertera di dokumen itu adalah tanggal dari kecelakaan mobil yang dialaminya setengah tahun lalu. "Saat itu kamu masih dalam kondisi koma. Suamimu yang menandatangani dokumen donor ginjal atas namamu. Bahkan demi bisa menjalani operasi tersebut, kehamilan saat itu sengaja dihentikan. Kamu nggak tahu tentang ini ...?" Kata-kata selanjutnya tak satu pun terdengar jelas oleh Helen. Tatapannya terpaku pada tanda tangan yang tertoreh dengan tegas di dokumen itu. Setiap goresannya terlihat begitu familier.
15.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Di pabrik perhiasan pribadi milik Keluarga Gamar, cincin pernikahan yang aku tunggu selama enam bulan, sekarang melingkar di jari wanita lain. Di jari Greta Gantari. Seorang supermodel internasional, wanita yang jadi selingkuhan tunanganku, Ketua Mafia dari Keluarga Gamar. Direktur pabrik perhiasan berdiri di samping, keringat dingin basahi punggungnya saat dia melirik Marcel Gamar yang duduk santai di sofa. Marcel bangkit. Dia raih tangan Greta, angkat tangan itu ke arah cahaya untuk kagumi cincin itu. Nada suaranya dingin, nggak kasih ruang untuk dibantah. "Dia akan tampil di acara peragaan busana di Penida minggu depan. Dia butuh cincin ini untuk curi perhatian dunia kalangan elite. Brankas keluarga penuh dengan perhiasan. Pilih yang lain saja, nggak usah lebay." Di bawah cahaya lampu yang menyilaukan, Greta menatap bayangannya di cermin, senyumnya angkuh penuh kemenangan. Aku lalu menatap diriku sendiri. Sweater kasmir dan celana jeans. Aku nggak cocok ada di sini. Pernikahan yang telah direncanakan selama setahun itu ... tiba-tiba rasanya seperti lelucon. Aku nggak marah. Aku cuma batalkan gaun pengantin pesananku sekaligus. "Marcel. Perhiasan lain juga nggak masalah. Tapi, aku nggak jadi nikah."
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Perpisahan Dua Hati

Perpisahan Dua Hati

Menjelang akhir tahun, kalangan sosialita di Kota Wastu mengatakan lebih baik memujaku daripada memuja dewa kekayaan. Karena setelah rujuk dengan mantan suamiku, aku menjadi istri paling materialistis di Kota Wastu. Aku tidak peduli lagi betapa Aswin mencintai wanita itu. Bahkan saat putraku memanggil wanita itu "Ibu", aku juga tidak ambil pusing. Namun, hanya ada satu aturan baru di rumah. Setiap menyebut nama Rosa, harus bayar denda 200 juta padaku. Dengan cara ini, kurang dari dua minggu, aku berhasil mengumpulkan uang 60 miliar. Pada hari perayaan ulang tahun pernikahan kami, Aswin dan putraku menyebut nama Rosa lagi. Wajah mereka berdua menegang, sedangkan aku hanya mengulurkan tangan dengan santai. "Denda 200 juta, transfer ke rekeningku." Putraku akhirnya tidak bisa menahan emosinya lagi, lalu menatapku dengan muak. "Ibu benar-benar matre, ya. Nggak ada hal lain yang ibu pikirkan selain uang? Hal sepele begini saja, kami harus bayar denda, Ibu memang kalah jauh dari Bibi Rosa." Aku tidak membantah, hanya mengulurkan tangan ke arah putraku. "Denda 200 juta, karena kamu yang sebut duluan, kamu juga kena denda."
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Terjebak dalam Fase yang Keliru

Terjebak dalam Fase yang Keliru

Tiga hari sebelum pernikahan, saat aku merapikan barang-barang lama, aku teringat kapsul waktu yang pernah aku kubur bersama Cedrius sepuluh tahun lalu. Namun setelah mendengarnya, wajah Cedrius langsung menegang. Dia menasihatiku agar tidak pergi, sambil berkata, "Sudah terlalu lama berlalu, mungkin sudah digali orang." Aku tidak terlalu memikirkannya dan pergi sendiri ke almamaterku. Tetapi di lokasi penguburan itu, aku justru menggali lima kotak besi dengan ukuran yang berbeda-beda. Dua di antaranya adalah milik aku dan Cedrius yang kami kubur sepuluh tahun lalu, sudah penuh karat. Tiga sisanya, satu juga dipenuhi karat, sementara dua lainnya masih sangat baru. Pada kotak lama itu, terukir nama Rosaline. Di atasnya tertulis: [Cinta rahasiaku adalah kekacauan batin yang hanya kujalani seorang diri. Cedrius, semoga kamu bahagia.] Aku teringat, dia adalah seorang teman sekelas perempuan yang tidak terlalu menonjol, duduk di bangku belakang kami. Sedangkan pada dua kotak yang masih baru itu, masing-masing terukir nama Cedrius dan Rosaline. Tanggal penguburannya adalah hari ini. Pada kotak milik Cedrius tertulis: [Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku nggak bisa memberimu sebuah pernikahan.] Dan pada kotak milik Rosaline tertulis: [Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku nggak bisa secara terang-terangan mengucapkan kepadamu satu kalimat: Selamat menikah.]
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

“Hei! Jangan sentuh pasien itu!” Dokter berteriak, tapi sudah terlambat. Terlambat, Ryan sudah menancapkan jarum di titik Shenmen dan Neiguan, dua titik vital dalam pengobatan Tiongkok kuno. Tangan kirinya menekan dada pasien sambil mengalirkan Qi yang baru dia sadari bisa ia kendalikan. Tut tut tut Detik kemudian, monitor berdetak lagi. "Siapa... anak ini?" Wakil Gubernur menarik napas panjang, memperhatikan pria muda yang menggagalkan kematiannya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Kemolekan Wanita yang Menggoda

Kemolekan Wanita yang Menggoda

Seorang wanita dewasa yang cantik dan seksi tersangkut di dalam mesin cuci. Dia menggeliat dengan tidak nyaman dan memohon agar aku membantunya. Aku pun langsung mengerti. Satu tanganku menarik rambut panjangnya, sedangkan tangan lainnya menopangnya. Saat semuanya berjalan dengan indah dan hampir kembali ke jalurnya .... Seorang ratu kampus yang cemburu tiba-tiba menerobos masuk dan berkata dia juga ingin ikut bergabung dengan permainan seperti ini ....
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Istri Sahabatku Mengajak Berbagi Mobil di Hari Valentine

Istri Sahabatku Mengajak Berbagi Mobil di Hari Valentine

"Kencang sekali ... sudah haus sekali, ya?" Malam Valentine itu, aku dan sepasang suami-istri yang juga sahabatku melakukan perjalanan darat pulang ke kampung halaman. Tak disangka, istrinya yang sedang setengah sadar, salah mengenaliku sebagai suaminya. Tangan kecilnya yang lembut mulai meraba-raba paha kerasku. Sesekali, dia menggesekkan sepasang buah dada putihnya ke arahku. "Sayang ... mainkan si kecil nakalmu ini, dong!" Mendengar itu, mana mungkin aku bisa menahan diri lagi.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai pukulan tangan besi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2324252627
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status