Bisikan Tengah Malam
sahutku, sedikit bingung.
"Aiih... cobalah! Buku-buku novelmu keren, bagus. Tapi cuma berjaya di kisah romansa. Balada Monyet di Kastil Eropa, Ciuman Terakhir di Wagenigen, Angin Laut dan Tulip Belanda... itu semua cerita favorit. Tapi adakah produser yang tertarik untuk membawanya ke jalur film? Tak ada! Bukan berarti ceritamu jelek, tetapi karena biaya buat film yang berdasarkan ceritamu itu bisa sangat mahal. Syuting di Eropa, dengan beragam lokasi dan cuaca... ugh, produser Indonesia bisa jebol kantongnya!"
"Maksud Pak Meeraj?"