Hidup Kembali di Zaman Kuno
ujarnya pada seorang temannya, “tapi karena orang-orang sini jujur. Harga ditulis jelas, timbangannya terbuka. Kalau kurang, langsung diganti. Jarang aku temui tempat sebersih ini cara berdagangnya.”
Kawasan yang paling mencolok perubahannya adalah daerah Simpang Lima, hanya selemparan batu dari Balai Desa. Di sana, suara palu logam menghantam besi terdengar nyaring setiap pagi. Api besar menyala di tungku, dan bau logam panas bercampur arang memenuhi udara. Para pandai besi dan ahli senjata bekerja tanpa henti.
“Tarik lebih kuat, Dira! Bilah pedang ini belum merata panasnya!” seru seorang pandai besi tua bernama Paman Rudra kepada muridnya.
ตอนยอดนิยม