Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Terlihat Shaga sedang sarapan. "Gimana tidurnya, nyenyak?" tanya Shaga sambil memotong roti berisikan selai coklat lalu memasukkan ke dalam mulutnya dengan garpu. Kenang tak membalas, ia memilih duduk di samoing Shaga lalu mengambil roti dan selai coklat. "Bibi permisi ya Bu, Pak." kata Bi Suti menjinjing tas gembolan bersama satu temannya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Salah Tetangga

Salah Tetangga

Entah sengaja atau tidak, Bulan seperti diabaikan. “Eh, iya, Bu. Nama saya Lingga. Salam kenal, ya. Dan ini istri saya, Bulan.” Lingga memperkenalkan Bulan sebagai istrinya. Raut wajah wanita itu sedikit berubah. Seperti ada kekecewaan yang menyeruak di kepalanya. “Jadi Mbak ini istri Nak Lingga?” tanya Bu Sulis sembari menunjuk Bulan.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Transformasi Sang Tuan Putri

Transformasi Sang Tuan Putri

Lusiana membungkuk untuk memberikan salam padanya. “Kamu, siapa?” “Aku Lusiana, putri Raja Yudistira, dan Rena adalah saudariku,” ujarnya, Rena yang masih berlutut terlihat sangat kesal. Lusiana! Kalau bukan karena kamu, aku tidak akan pernah dipermalukan seperti ini! Wanita sialan! Aku akan membalasmu nanti! “Kenapa Putri menyela? Apakah aku tidak boleh menghukum adikmu? Dia benar-benar membawa pisau dan pasti memiliki niat buruk terhadapku!”
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Putri Pewaris

Pembalasan sang Putri Pewaris

Tapi, tanpa disadari, kehadiran Adrian di dekatnya justru membuat suasana menjadi sedikit canggung namun juga menyenangkan. Pada suatu hari, Sari memutuskan untuk membuat makanan khas desa, sayur lodeh dan tempe mendoan, sebagai menu makan siang untuk para pegawai. Ia memasak dengan penuh semangat, aroma wangi makanan itu tercium hingga ke ruang tamu. Adrian, yang sedang bekerja di ruang kerjanya, ikut mencium aroma tersebut dan memutuskan untuk turun ke dapur.
7.415.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Putri Pewaris

Balas Dendam Sang Putri Pewaris

“Aku akan pergi jika hanya membicarakan omong kosong itu, aku sudah lupa pernah berhubungan dengan Sarah, jangan ungkit wanita itu lagi.” “Baguslah kalau begitu, jadi kamu bisa memulai dengan Natali, dia gadis yang baik dan pintar.” “Putri kami juga mahir mendesain perhiasan, akan sangat bagus jika kalian bekerja sama,” ibu dari gadis yang mengaku tunangan Batara menyahuti. Batara mengangkat wajahnya dan menatap wanita itu, memang bukan jenis pandangan mengintimidasi seperti yang biasa Kiran dapatkan, tapi entah mengapa membuatnya khawatir.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

caci Lilija lagi. Sang prajurit mengepalkan tangan untuk menahan amarah. Ia juga mengatupkan bibirnya erat-erat supaya tidak membalas makian sang puteri kerajaan. Seandainya Lilija bukan calon permaisuri baru, sang prajurit ingin sekali meninjunya, menginjak-injaknya tanpa ampun. “Maaf, Tuan Putri.” Kali ini, sebuah piring kecil menghantam bahu kirinya. Beberapa kue yang sebelumnya terletak di atas piring berjatuhan. “Panggil aku Yang Mulia!”
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Bulu Perindu

Bulu Perindu

David menyesap sekali lagi kopinya. “Kamu tahu bulu perindu?” tanya David sambil membuka pelindung gawainya dan mengeluarkan sebuah kertas putih dari sana. “Pernah dengar, semacam ... pelet gitu bukan sih? Yang bisa bikin orang ngebet sama kita?” Seruni mencari konfirmasi.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR

Putri Bulan Malam kian menjelang Sejauh mata memandang Hanya ada ribuan bintang Yang cahayanya terang benderang Aku masih disana Memandang penuh pesona Menghadirkan tanda tanya Dimana putri bulanku berada Aku tak mau merindu Yang pada akhirnya berakhir pilu Aku hanya ingin merindu Yang pada akhirnya membuatku tahu Disanalah kamu berada Memandangiku dengan penuh pesona Hingga hati bersuara Bahwa kamulah segalanya Duhai putri bulanku Sudikah kau menjadi penyelamat hatiku?
9.723.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Alunan guqin dan seruling dari sudut ruangan menambah pesona, seakan pesta ini bukan sekadar perayaan ulang tahun—tetapi ajang mempertontonkan kejayaan istana. Para bangsawan berdatangan dengan jubah sutra terbaik, wajah mereka tersenyum penuh kepura-puraan. Di balik mata yang bersinar ramah, tersembunyi iri dan perhitungan dingin. Semua kemegahan ini hanya berputar pada satu pusat: Putri Ronghua, bintang malam itu. Namun di antara bisikan kagum, terselip suara lirih penuh keraguan—menunggu celah untuk melihatnya tersandung. ---
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

Sinar rembulan itu masuk menebus kaca jendela istana Lily, tepatnya kamar dimana Isandra berada. Seorang pria bersurai putih masih setia menemani puterinya, ia tidak makan, minum, bahkan tidak beranjak sedikitpun dari sana. Pandangannya sendu menatap wajah cantik puterinya. "Isandra..." lirihnya menyebut nama sang puteri seraya mengusap surai pirang emas berkilau itu. Tangannya menurun, meraih tangan pucat Isandra kemudian menempelkan punggung tangan itu ke keningnya.
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai putri serindang bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status