Pacar Toxic
Bukan seperti beli barang, lihat, suka, bayar dan langsung angkut pulang.
Oke lah, dia itu sempurna sebagai pria. Good looking dan good rekening, idaman semua wanita. Orangnya care banget, aku tahu itu. Tapi untuk menjatuhkan nggak gegabah begini. Ah, pusing aku mikirin duda satu itu.
"Mbak Luluk, bangun, Mbak! Sudah pagi, Mbak!" Indria menggoyang pelan bahuku.
Meski males setengah mati, aku tetap memaksa membuka mata.
Bab Populer