PUTRI YANG TERTUKAR
Bagaimana wanita itu memacu kudanya hingga menembus sunyi berkabut, menempuh jarak yang cukup jauh untuk tiba di sana, Westmer, sebuah daerah terpencil yang dikenal sebagai tempat bernaung anak-anak yang terlantar, korban perang panjang antar kerajaan.
Wanita itu berhenti di depan sebuah pondok kayu tua. Ia turun dari pelana kuda, membawa keranjang bayinya dan meletakannya di depan gerbang pondok panti asuhan.
Tak lama kemudian, ia berjalan mundur perlahan, menatap sekali lagi bayi itu sebelum meninggalkannya. “Maafkan aku, seharusnya kau tidak terlahir,”
Hot Chapters