Membandingkan Pangeran Aurora di adaptasi film dan versi buku itu seperti melihat dua sisi mata uang yang sama-sama mengkilap tapi punya tekstur berbeda. Di film Disney 'Sleeping Beauty', dia digambarkan sebagai pangeran klasik yang agak datar—heroik, tampan, dan langsung jatuh cinta pada Aurora setelah mendengar nyanyiannya. Tapi di versi asli dongeng 'Sun, Moon, and Talia' oleh Giambattista Basile atau versi Grimm bersaudara, pangerannya justru punya sisi gelap. Misalnya, dalam salah satu versi, dia malah memperkosa Aurora yang tertidur! Adaptasi Disney jelas sudah disensor berat untuk konsumsi anak-anak, sementara versi buku lebih jujur merefleksikan moralitas kelam dongeng Eropa abad pertengahan.
Yang menarik, film memberi pangeran ini nama 'Phillip' dan sedikit backstory tentang hubungannya dengan ayahnya, sementara di buku dia seringkali cuma disebut 'pangeran' tanpa identitas jelas. Film juga menambahkan adegan pertarungan epik melawan naga, yang sama sekali nggak ada di versi literer. Justru di buku, penyelamatannya lebih bersifat kebetulan atau bahkan eksploitasi. Ini menunjukkan bagaimana Disney merombak total narasi untuk menciptakan romance yang idealis.