Jerat Cinta Mafia Hyper
Matanya nyalang, menatap kosong ke langit-langit, pupilnya membesar karena teror.
"Sakit..." desisnya, napasnya memburu. "Semuanya terbakar..."
"Ethan, ini aku. Chintya," kataku lembut, berusaha menenangkan monster yang sedang terluka ini. Aku mengusap rambutnya yang basah oleh keringat dingin. "Kau aman. Tidak ada api. Kau hidup."
Perlahan, tatapan liar di matanya mulai fokus. Ia menoleh padaku. Napasnya masih kasar, dadanya naik turun dengan cepat.