Pendekar Sinting dari Laut Selatan
"Segala tingkah-lakumu, perbuatanmu, sikapmu, sepak terjang mu akan menjadi 'makanan' sukma. Setiap kali kau berbuat kebaikan, maka sukma mu menjadi bertambah hidup. Sebaliknya, setiap kali kau berbuat kebatilan, maka sukma mu menjadi kian mati. Kalau sukma mu telah mati di dalam kalbu, sementara umurmu masih panjang, maka kau tak lagi menjadi manusia."
"Kalau tidak lagi menjadi manusia, menjadi apa, Kek?"
"Menjadi 'bangkai hidup'. Maksudnya, karena sukma telah mati, maka kalbu mu menjadi membatu. Kau tak lagi memiliki sifat-sifat kemanusiaan, kecuali sifat-sifat yang lebih tercela dari binatang. Tak bisa lagi kau membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah. Padahal baik t
Bab Populer