Ada hari-hari di mana segalanya terasa berat—pekerjaan menumpuk, hubungan rumit, atau bahkan sekadar bangun dari kasur terasa seperti tantangan. Di saat seperti itu, aku sering mengingat frasa 'life must goes on' seperti mantra kecil. Misalnya, ketika proyek freelance ditolak klien setelah berjam-jam dikerjakan, rasanya ingin marah dan menyerah. Tapi kemudian aku tarik napas, minum kopi, dan mulai lagi dari nol. Frasa itu bukan sekadar motivasi kosong, tapi pengingat bahwa dunia terus berputar, dan kita harus memilih antara tenggelam dalam kekecewaan atau bangkit dengan pelajaran baru.
Contoh konkretnya? Waktu skripsiku ditolak dosen dua kali berturut-turut. Awalnya rasanya dunia runtuh, tapi aku ingat 'life must goes on' dan memutuskan untuk meminta feedback detail, revisi total, dan akhirnya lulus dengan pujian. Sekarang, setiap gagal, aku selalu bilang, 'Okay, ini sakit, tapi besok matahari tetap terbit.' Hidup memang tidak berhenti karena satu kegagalan, dan justru di situlah keindahannya.