Seumur Hidup Terlalu Lama
Keduanya berkutat dengan pikiran masing-masing sampai akhirnya Genta menyapa Uma.
“Aku tidak akan bertanya basa-basi dengan kata-kata ‘apa kabar’ dan sebagainya. Aku ingin kamu tahu bahwa aku mendukungmu walau apa pun yang terjadi,” ikrar Genta sungguh-sungguh.
“Aku tahu, Mas. Masalahnya, aku tidak yakin apakah aku masih bisa melanjutkan hidup setelah tragedi ini. Aku...”
“Bisa, Uma. Seiring waktu, aku yakin kamu bisa.” Genta merangkum kedua tangan dingin Uma di meja, menggenggamnya erat sebagai bentuk dukungan.