Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Drett Ponsel Defandra bergetar. Defandra yang masih sibuk dengan kameranya belum sempat fokus pada ponsel. Ia terus membidik Dzi dari berbagai posisi. “Kena kamu. Asal kau tahu Bosku sangat mencintaimu. Kapanpun dia menginginkanmu ada di dekatnya, kau sama sekali tidak bisa mengelak yang Mulia Ratu.” Gumam Defandra sambil memandang hasil jepretannya berkali-kali. Ia melirik posisi duduk Dzi dan Firman yang kini sudah kosong seorang pelayan sedang melangkah mendekati meja yang baru dipakai mereka. Tangannya cekatan mengambil peralatan bekas makan dan meletakkannya di nampan. Ia mengambil kain lap. Setelah menyemprotkan cairan ke meja, ia segera membersihkannya.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

Jatah Bulanan Ibu Mertuaku

tanyaku terkejut. "Iya, belum masuk rekening sih, tapi nggak sampai akhir bulan udah masuk paling," jawab Mas Pamuji. Subhanalloh. Peristiwa yang kupikir musibah ternyata adalah berkah. Artinya, ini bukan karena ucapan dan doa buruk dari ibu mertuaku. Bahkan aku bisa terlepas jauh darinya. Mas Pamuji memasarkan rumah kami, dan ibu kembali mengklaim hal itu sebagai karma, tanpa dia tahu rencana besar mas Pamuji untuk ke depannya.
75.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Sekilas, kalung itu hanya satu kesatuan, namun jika dipisah, ada bulan dan bintang. "Itu edisi terbaru Mas. Dan dengan edisi terbatas. Selain itu, kalung ini didesain dengan diameter yang berbeda, jadi hanya bisa disatukan dengan pasangannya saja." Aku tersenyum mendengarnya, ini bagaikan sebuah pertanda bagiku. Bahwa cinta kami akan disatukan seperti liontin ini. Setiap ada bulan, disitulah bintang akan selalu menemaninya. "Bungkus yang ini!" Kuakhiri pembelian ku. Dengan menyelesaikan sejumlah pembayaran yang diminta.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Rembulan di Langit Kinanah

Rembulan di Langit Kinanah

Zea balas menatapnya dengan tatapan jahil. *** Gemercik hujan masih terdengar di luar sana. Di tengah kegelapan malam, samar-samar terlihat dedaunan pohon yang basah karena air hujan telah mengguyur tanah Magelang sejak siang tadi. Di depan meja rias, Zea tengah duduk menatap diri sembari mendengar suara gemercik hujan yang masih turun.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Main Gila Satu Malam Bersama Menantuku

Main Gila Satu Malam Bersama Menantuku

Secara naluriah, aku mengangkat bokongku lebih tinggi dan melebarkannya. Aku sudah lama merasa gersang dan haus, rasanya hampir membuat aku gila. Ayo deh, menantuku. Jangan mengasihani aku hanya karena aku ini bagaikan sekuntum bunga yang tidak berdaya. Ayo, cepat sodok ibu dengan kejantananmu. Namun, pisang milik menantuku berukuran super besar yang baru kulihat tadi tiba-tiba muncul di benakku, aku pun mulai menyesalinya!
21.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Pov Ray Aku dan sang Balancer ibuku memimpin para pengguna elemen menuju senayan, dimana bangunan aneh berada. Kami sudah berada di depan bangunan besar yang menjulang yang mengelilingi Tugu Monas. Menurut ramalan tepat jam dua belas siang nanti akan terjadi gerhana matahari, dimana seluruh planet berada pada satu garis lurus.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
Selir Adipati

Selir Adipati

Dia membuka jendela kamar yang menembus taman istana agar bisa membuat suasana hati Ayu menjadi lebih segar. “Aku sangat sedih, Rose. Entahlah, kenapa hatiku sepertinya bergejolak seperti ini. Ketika aku memandang kedua penguasa itu, aku rapuh,” kata Ayu menatap awan putih bercampur biru terang yang bisa dia lihat dari jendela kamarnya, yang menunjukkan hari menjelang sore. “Kau sudah melakukan yang terbaik, Ayu. Waktu gerhana bulan akan datang satu hari lagi. Semua akan berakhir saat itu juga.”
9.9401.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.1K kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Tampilkan Ulasan (152)
Baca
+Pustaka
Natasha Amelia
Cerita beda banget Ama Turki. aku udah baca sampai tamat dan beda. Di sini tokohutama gak Ama Adipati saja alias Ama jenderal juga. Akhir juga beda. Alur beda. budayakan membaca sampai tamat baru memberi komen. Semangat author. Cerita yang indah dan sipp. IM your fans
Meow Miu
Lumayan mahal juga buat unlock semua chapternya. Alur ceritanya menarik, tapi banyak part yang disturbing bgt dimana ketika jelas2 laki2nya redflag, tapi Ayu masih "bergetar" seolah2 jatuh cinta. Dan itu terjadi berulang kali, padahal berkali2 diperlakukan kasar, direndahkan bahkan dilecehkan.
Baca Semua Ulasan
CEO Bertopeng Giok

CEO Bertopeng Giok

Sebuah gerhana matahari cincin yang langka, yang jalur puncaknya akan melintasi langit tepat di atas Gunung Salak dan Desa Ciptagelar. Elara menahan napas, menatap Kian dengan cemas. "Kapan?" Wajah Kian mengeras, ekspresinya suram saat ia membaca tanggal yang ditampilkan di layar. Rahangnya terkatup rapat. "Tiga minggu dari sekarang."
935 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Suasana yang tidak ramah, tetapi juga tidak secara aktif bermusuhan, lebih seperti sebuah komunitas tenang yang tiba-tiba dihadapkan pada sesuatu yang tidak termasuk dalam jadwal harian mereka. Buronan. Darah. Pasukan kekaisaran di luar gerbang. Bukan jenis tamu yang biasa datang ke Sekte Bulan Sabit. Yue Chen menatap dinding batu celah di hadapannya, menatap ukiran-ukiran kecil yang hampir tidak terlihat tanpa cahaya obor, bulan sabit yang berulang dalam berbagai ukuran, memenuhi seluruh permukaannya dengan gambaran bulan dalam berbagai fase, seolah cahaya tidak pernah benar-benar utuh, hanya berganti bentuk dari waktu ke waktu.
10693 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Ia mencari sumber suara itu ke mana pun. "Siapa?" teriak Prita, sebab ia tidak melihat siapa pun di jalan itu. "Pikirkan baik-baik Prita! Kamu sudah mengukir hal ini menjadi dua kali. Karena apa yang sudah kamu fatwakan!" "Siapa? Kenapa kamu tidak menampakan wujudmu?" Prita kembali berteriak dengan hati gelisah dan takut. "Ingat Prita Gerhana bulan berhias darah hanya terjadi tiga ratus tahun sekali! Jiwamu akan menetap selamanya!"
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai kata mutiara gerhana bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status