Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Hawa HajariMenantu Tertindasputri yang terbuangnovel puncak kehidupanmenantu pura pura miskin
Dalam dirinya, suara-suara lama mulai bergema lagi—tentang pertemuan, tentang perpisahan, tentang kata-kata yang tak pernah selesai ditulis.
“Aku juga tidak tahu,” kata Bumi akhirnya. “Kau memang harus pergi waktu itu, dan aku tak bisa tidak di sini."
Mutia mengangguk kecil.
Dan di antara kalimat yang tak bisa mereka lanjutkan, di antara kenyataan yang samar dan rasa yang mengendap, mereka duduk. Tak semua jalan cerita harus dipahami. Kadang, cukup diterima dan diakui.
Hot Chapters