Penyamaran CEO Tanaka
“Kamu tumbuh jadi perempuan yang kuat, Maya. Tapi jangan lupa, kekuatan itu bukan berarti keras. Kadang, kekuatan sejati ada di hati yang tetap lembut meski sering disakiti.”
Air mata menetes di pipi Maya, tapi kali ini bukan tangisan putus asa.
Ia mencium tangan ibunya, berbisik, “Terima kasih, Bu. Aku akan terus berjuang. Untuk Ibu, untuk diriku… dan untuk seseorang yang pernah membuatku percaya pada cinta.”
Beberapa hari kemudian, Risa mengajak seluruh tim proyek membuat acara kecil di pantry kantor.