Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Darah dan Takdir

Darah dan Takdir

“Apa yang kau pikirkan?” Saraswati menatap punggungnya yang tegap. “Aku hanya berpikir… apakah kita benar-benar bisa mempercayai ini?” Raka tidak segera menjawab. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya berkata, “Aku tidak tahu. Tapi aku tahu satu hal—kita tidak bisa kembali.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Lalu dengan suara rendah tapi mantap, ia berkata: “Aku tidak bisa mengontrol pikiran kalian… atau pikiran ilusi ini. Tapi aku tahu siapa diriku. Aku tahu siapa kalian. Jika kalian percaya padaku, jangan lihat pantulan itu. Dengarkan suaraku. Ikuti aku.” Hening sejenak. Risa menoleh dengan air mata mengalir. Kakinya gemetar, tapi ia melangkah perlahan mendekati Bara. “Aku… aku percaya… walaupun aku takut, aku masih percaya.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
I Love You. And You?

I Love You. And You?

Aku hampir saja tersedak nasi saat mendengar penuturannya yang sangat amat terlalu percaya diri. "Terus apa dong?" "Aku nggak percaya kamu nggak bakal macam-macam kalau aku ikut kamu." "Tapi aku memang nggak akan melakukan apapun ke kamu." Aku menilai ekspresi dari wajah Narendra. Tidak ada yang mencurigakan. Wajahnya biasa saja. Tapi tetap saja aku tidak bisa langsung percaya dengannya. "Jadi, bagaimana? Mau ikut tidak?"
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Anak Pewaris

Mendadak Hamil Anak Pewaris

Rachel tidak mampu untuk meneruskan Ada perasaan tercekik di tenggorokannya, seolah kata-kata yang ingin ia ucapkan tersangkut dan tak mampu untuk keluar. Lidahnya terasa kaku. Pikirannya berlarian sekarang, sulit untuk merangkai kata. Dalam hatinya ada harapan kecil bahwa ini semua hanya kesalahan pendengarannya saja, bahwa apa yang baru saja Rachel dengar itu tidak benar. Namun, telinganya masih berfungsi dengan jelas. Kenyataan tak bisa dibantah—berita itu sudah terlanjur menanamkan akar di dalam hati Rachel.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

“Lo percaya gue, kan?” Alma menggigit bibir, air mata hampir jatuh. “Gue… gue nggak tahu harus percaya siapa lagi.” Ucapan itu seperti palu yang menghantam dada Rian. Ekspresinya berubah dingin, seolah sesuatu di dalam dirinya retak.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

gue masih cinta. Rekaman tersebut berakhir. Meskipun masih ragu, tetapi benar bahwa yang kudengar adalah suara Tasya. Namun, aku masih belum mengerti mengapa sikap Tasya begitu jutek padaku. “Udah? Sekarang lo percaya nggak sama gue?” Risna mengambil smartphone-­nya kembali. “Gue agak susah percaya, Na. Soalnya Tasya kalau ngelihat gue itu kayak cowok yang paling bersalah di dunia ini.”
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Duda Biasa

Bukan Cinta Duda Biasa

Aku kesal mendengarnya. ***
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Make A Wish (Indonesia)

Make A Wish (Indonesia)

Akan tetapi, tidak ada yang namanya pria berjas hujan merah di sana. Kemungkinan dia tidak akan percaya padaku dan mengatakan kalau aku hanya berhalusinasi saja. “Aku tahu, kamu nggak akan bisa percaya sama aku. Kamu pasti mau bilang kalau hanya berhalusinasi, ‘kan? Nggak apa-apa kalau kamu nggak percaya.” “Aku percaya,” kata Eros dan nadanya juga tegas dan meyakinkan. Dia percaya begitu saja?
1022.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 844 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Ada apa dengan tunanganku?

Ada apa dengan tunanganku?

Hanya satu kalimat yang terlintas di kepalaku, tidak masuk akal. “Lo harus percaya, Ra!” Kesalnya. Matanya mendelik sebal kearahku. Aku mengelap bibirku yang terkena noda saus menggunakan tisu kemudian menyesap minumanku dengan perlahan. Melihat wajahnya yang merengut kesal membuatku tersenyum kembali. “Iya, iya, gue percaya kok.” Ucapku sembari mengangguk kecil.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai rasa tak percaya aku mendengarnya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status