Yang Ternoda
“Astaghfirullahaladzim, jangan bersuudzon pada Allah, Nak. Allah adalah sebaik-baiknya perencana. Dan Allah tidak pernah mengingkari apa yang sudah dijanjikan-Nya. Jodoh adalah cerminan diri kita sekaligus juga pelengkap diri kita. Jangan takabur menganggap diri kita lebih baik dari orang lain, Nak. Kita semua hanya manusia yang setiap hari berlumur dosa.”
“Tapi, Bu. Setidaknya Fira merasa sedikit lebih baik darinya.”
“Kita hanya manusia biasa, Nak. Kita tak berhak menilai baik dan buruknya seseorang. Itu adalah hak Allah. Hanya Dia yang punya kuasa untuk menilai hati manusia. Seseorang yang bagi kita buruk, belum tentu buruk di mata Allah, begitupun sebaliknya.”
Zafira terdiam.
Sikat na Kabanata