Hayu
Bisma tampak bahagia mendengar perkataan kekasihnya itu, “Besok hari Minggu, aku akan menjemput kamu dan membawamu ke rumah, rencananya besok Mami akan membuat cookies, aku jemput kamu jam sembilan pagi, bagaimana? Deal?”
Hayu mengangguk, sejujurnya ada sedikit keraguan di hatinya, dia takut hatinya tidak sekuat semen tiga ban yang kokoh itu. Tapi tekadnya kuat, dia akan mencoba sebisa yang dia mampu. Pantang menyerah sebelum berperang.
Chapitres populaires