Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

jelasnya. Ibu Siti menimpali, suaranya lebih lembut. “Dulu, ada cerita, Nak. Ada wisatawan yang nekat mandi di laut saat badai dengan baju hijau. Besoknya, dia hilang tanpa jejak. Ada juga anak muda yang merusak terumbu karang, setelah itu perahu orang tuanya selalu rusak saat melaut.” Mendengar cerita-cerita itu, mata Lila kembali membesar. Ia bergidik dan langsung memeluk Liam erat-erat.
10365.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai resensi laut bercerita
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Cinderella Milik CEO

Cinderella Milik CEO

celetuk Lia. "Kenapa phobia laut?" Bernard bertanya. "Karena dulu aku pernah keseret ombak," jawab Lia. "Serius? Kok bisa?" "Karena dulu pas kecil 'kan aku suka main di pantai. Terus aku keseret ombak karena mainnya terlalu ke tengah-tengah. Aku ingat jelas bagaimana seramnya lautan dalam saat aku keseret ombak. Mulai saat itu aku jadi phobia sama laut. Padahal dulunya aku suka banget sama pantai tapi aku tidak menyangka ternyata isi laut segelap dan seseram itu."
9.527.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
The Legend Of The Coral Cave (INDONESIA)

The Legend Of The Coral Cave (INDONESIA)

Noel bergidik acuh sembari bersandar pada kursinya, “Mungkin saja.” “Cukup, Celine. Baiklah, aku akan menceritakan sebuah kisah yang menjadi inspirasi bagi lukisan Celine,” sela Crystall seraya mengeluarkan buku dari tasnya kemudian menatap satu per satu muridnya terutama Noel, “Kisah ini mengenai seorang Mermaid dan seorang pria tampan yang menemukannya di gua kerang.”
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Istri Idaman Tuan Ares

Istri Idaman Tuan Ares

“Baiklah ... aku pulang. Terimakasih untuk ciumannya.” Bagi Mareta mungkin terasa manis walaupun hanya berlangsung tidak lebih dari satu menit. Namun berbeda dengan Ares. Ares justru merasa risih seperti ada kotoran yang masuk ke dalam mulutnya. Begitu Mareta sudah pergi, Ares langsung berlari ke arah dapur. Mendekati washtafel, kemudian Ares segera berkumur—mencuci mulutnya.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris

Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris

Tangan Reynard mengelus rambut panjang Sofia, Reynard merasa senang saat Sofia begitu bahagia mengunjungi Blausee. "Sayang, di balik keindahan danau ini. Ada cerita sedih yang tersembunyi di balik magisnya danau ini," Rey memulai bercerita, menceritakan pengetahuan tentang legenda setempat pada Sofia. Sofia mendongak, ia menatap Reynard dengan penasaran. " Cerita sedih? Cerita sedih apa? Ceritakan, sayang!" Pinta Sofia tak sabar.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Istri Dekilku Terlahir Kembali

Istri Dekilku Terlahir Kembali

Sesuatu seperti menghantam jantungnya. Greg mencoba menggendong tubuh Laura, mengeluarkan Ibunya dari tempat keparat ini. Tapi saat dia berusaha bangkit, semua hal di sisinya berputar, seperti badai pasir yang menggulung. Tubuh Laura di kedua tangannya memudar, menjadi serpihan debu, tergulung badai. Greg ingin menggapainya, tapi lantai yang dia pijak berubah licin seperti berjalan di atas lumut. Semakin lama badai semakin menguat, dia tidak tahu mana Timur, Barat, Selatan atau Utara.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris

Residen Rahasia Sang Dokter Pewaris

Ia memberikan satu tatapan terakhir yang seolah menandai Lily sebagai target tetapnya mulai sekarang. "Kau punya bakat yang luar biasa dalam menyusun cerita, Residen Braun," ujar Leon dengan suara baritonnya yang tenang namun mengerikan. Ia membuka pintu, membiarkan cahaya koridor yang sibuk masuk, namun sebelum ia melangkah keluar, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Lily. "Pembohong kecil yang pintar."
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 699 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Luka dan Rahasia

Luka dan Rahasia

tanya Lizzi kebingungan. “Ayo sini masuk...” Ajak Bryan. Tenda itu menghadap ke arah pantai. Bryan menaikkan bagian pintu tenda itu. Dari sana mereka bisa menikmati pemandangan matahari yang akan segera terbenam dan deburan ombak yang sangat merdu. “Kok kamu tiba-tiba bawa aku ke sini?” tanya Lizzi penasaran. “Refreshing... healing...” Ucap Bryan lalu ia duduk tepat di pintu tenda itu diikuti dengan Lizzi.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Akhirnya, kami berdua menertawakan kekonyolan Nely. “Oke, Mbak. Cincin ini aku bawa ya. Tar aku video deh detik-detik pas melemparkannya ke laut. Semoga hubungan mereka juga segera hanyut.” Mbak Susi segera pamit. Dia rencananya besok pagi baru akan balik ke Sulawesi. Kami saling mendoakan agar selamat dalam perjalanan. Sebab kami akan sama-sama menempuh jalur laut yang saat ini cuacanya lagi kurang bersahabat.
1022.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

"Nanti malah kamu nakalin, Dek?" Sontak Bumi memasang wajah cemberut. "Mas Laut tuh yang sukanya nakal sama aku." "He, kapan aku nakal sama kamu?" Laut berkelit, memutar badan sehingga menghadap penuh ke Bumi. "Dulu tuh, waktu Mama masih di Germany." "Sudah, sudah!" Laut berubah menjadi wasit. "Ribut saja kalian, kayak nggak ada kerjaan yang lain saja?"
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai resensi laut bercerita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status