Kekasih Diam-Diam Sang CEO
tambah Dewangga untuk memperjelas pertanyaannya.
Malam ini Namira sengaja tidak memesan restoran apapun, karena ia akan membebaskan Dewangga makan malam sesuai dengan keinginannya malam itu. “Oh banyak sekali, Pak. Bapak dan Mbaknya harus coba makanan Surabaya. Uenak-enak,” jawabnya dengan semangat tinggi dan dengan logat Jawa Timur yang khas. “Coba rawon, rujak cingur, soto lamongan,” sambungnya. “Di dekat hotel juga banyak sekali restoran makanan khas Surabaya. Jangan khawatir,” tambahnya seperti seseorang yang sedang mempromosikan sesuatu. “Ah begitu. Nanti kami akan coba, Pak!” balas Dewangga tak kalah semangat. Namira kelihatan sedikit lebih lega karena artinya ia tidak perlu pusing la
Hot Chapters