KARMA
Gara pun menurut dan mengikuti langkahku menghampiri Mama.
"Maafkan Mama, Sayang," ucapku membatin. Hari ini aku masih bisa berkilah, tapi tidak tahu nantinya. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah menangis lagi. Sudah cukup air mata kesedihanku selama ini. Gara adalah kekuatan untuk tetap menjalani beratnya kehidupan. Aku tidak mau terlihat lemah dihadapannya. Biarlah, jika sudah waktunya nanti akan kuceritakan semuanya. Ternyata seperti ini menyimpan sebuah kebenaran? Pantas saja Mama dan Papa dulu takut kalau aku tahu masa lalu mereka. Bahkan aku pun takut asal-usul Gara terlahir diketahui oleh banyak orang. Dia terlahir dari kebodohanku. Tapi aku berdoa, semoga dia tidak menanggung
Bab Populer