Dari Budak Menjadi Bencana
tanya Master Wu, wajahnya berkerut khawatir.
"Lensa," jawabku singkat, mengangkat titik singularitas kesadaran yang kami bawa. "Kita gunakan untuk menemukan kelemahan mereka. Atau setidaknya, cara untuk memperlambat mereka."
Kami—aku, Kolektif Lima, Ren Xiao, dan Pengembara—bergerak menuju garis depan pertahanan, sebuah platform observasi yang menghadap langsung ke sektor 7-Gamma. Di kejauhan, kami bisa melihatnya. Awan abu-abu keperakan itu. Mereka tidak memiliki bentuk yang tetap, berubah-ubah seperti amuba raksasa, tetapi tujuannya jelas: melahap.