Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Budak Hina Menjadi Penakluk Gurun

Dari Budak Hina Menjadi Penakluk Gurun

Cahaya keemasan yang semula menyelubungi permukaannya perlahan meredup hingga akhirnya padam. Krek... Sebuah retakan tipis muncul di ujung jari pria bermahkota itu, tepat di tempat cincin tadi melingkar, lalu menjalar ke telapak tangan sebelum terus naik ke lengannya. “Apa yang...”
244 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

“Aku ingin tubuhmu. Aku ingin hidup lagi.” Cermin itu tiba-tiba retak dari tengah, membentuk pola seperti urat darah. Diah menjerit, mundur ke belakang, tapi kakinya tersandung ember dan ia jatuh ke lantai. Dari celah retakan kaca, cairan merah pekat merembes keluar, menetes ke lantai, dan menguap perlahan. Suara tawa perempuan menggema lembut, seperti bisikan dari dasar sumur.
6802 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Retakan halus melintang di permukaannya seperti urat nadi, memantulkan cahaya lembut ke dinding batu. Tak ada bayangan samar, tak ada suara lirih dari dunia arwah hanya keheningan yang aneh, namun menenangkan. Ustaz Rahmad yang duduk di pojok ruangan berbisik pelan, “Setiap luka di cermin itu menandakan luka yang disembuhkan dalam jiwa. Kadang, retak bukan tanda kehancuran, tapi bukti bahwa sesuatu pernah menyatu dengan begitu dalam, hingga tak mungkin dipisahkan lagi.”
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai cermin retak
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Tiba-tiba sebuah ingatan terlintas. Di dalam sana mungkin masih ada potongan pecahan cermin. Jantungnya berdegup lebih cepat. Bayu berlutut dan membuka kresek itu tanpa ragu. Tangannya menyibak pecahan-pecahan kusam hingga menemukan satu potong kaca yang ukurannya cukup besar retaknya memang menjalar di sisi-sisinya, tapi permukaannya masih bisa memantulkan bayangan. Kaca cermin itu diambilnya dengan hati-hati agar tidak menggores kulitnya, perlahan mengangkatnya.
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

bisikku pada pantulan wajah yang asing di cermin. Wajah itu tirus. Tulang pipinya menonjol tajam di bawah kulit yang terbakar matahari dan debu malam. Matanya cekung, dikelilingi lingkaran hitam yang ungu memar. Jenggot kasar tumbuh liar di rahangnya. Tapi mata itu... mata itu berbinar. Ada api di sana. Api yang membakar naskah lama dan sedang menulis naskah baru yang jauh lebih agung.
866 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
Cermin Ketiga

Cermin Ketiga

Cahaya kilat dari luar sesekali menembus tirai dan membuat bayangan cermin besar di sudut ruangan tampak hidup. Dia menatap ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Tidak ada versi gelap dirinya. Tidak ada suara. Tidak ada listrik. Tapi… cermin itu retak sedikit di bagian kiri atas. Padahal sebelumnya mulus. Arsita berdiri pelan, mendekatinya. Retakannya berbentuk seperti mata yang mengintip dari balik tirai. “Gila,” bisiknya, mencoba menenangkan diri. “Mungkin gue halu. Kurang tidur. Overwork. Atau…”
730 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Dayang-dayang dengan sibuk dan terburu-buru masih berusaha menutupi jejak kelahiran sang putra mahkota. BRAR, ah pintu kamar utama berhasil terbuka. Sebenarnya tujuan mereka hendak mencari batu Kristal Regana. Sebuah batu kristal abadi yang dapat menghidupkan kembali satu nyawa setiap seratus tahun sekali. Waktu yang sangat lama untuk menantikan batu kristal itu bekerja. Kebetulan sekali batu kristal itu dapat menghidupkan satu nyawa lagi lima belas tahun kemudian. Mereka menerobos kamar utama istana karena mereka memiliki dugaan bahwa batu kristal itu disimpan di kamar utama dengan penjagaan langsung dari rajanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Cermin itu tergantung. Padahal ia sudah membuang semua cermin miliknya. Termasuk cermin kecil yang dulu pecah di ruang jaga. Tapi sekarang, cermin itu kembali. Dengan retakan yang persis sama. Dengan bayangan yang tidak sinkron. Dimas mundur. Napasnya sesak. Dan tiba-tiba... cermin itu bergetar. Bukan hanya bayangannya yang bergerak, tapi permukaan kaca itu seperti riak air. Dari tengah cermin, tangan keluar perlahan, kurus, pucat, dengan kuku hitam panjang meneteskan cairan.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
Belenggu Rumah Darah

Belenggu Rumah Darah

Sebuah retakan kecil terlihat di sudut, meskipun dia tidak ingat pernah melihatnya sebelumnya. Dengan perasaan waspada, Mira mendekati cermin itu. Dia memperhatikan retakan tersebut, yang tampaknya baru dan menjalar perlahan. Ketika dia mencoba menyentuh retakan itu dengan ujung jarinya, tiba-tiba terdengar suara gemeretak dari cermin, seperti sesuatu yang pecah di dalamnya. Mira mundur, napasnya tercekat. Cermin itu tiba-tiba retak lebih dalam, garis-garis pecahan menjalar cepat seperti sarang laba-laba. "Arga!" panggil Mira, suaranya melengking, membuat Arga bangkit dari tempat duduknya dan segera mendekatinya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Dia masih ingin menikmati masa sendirinya. Merenungi banyak hal, terutama kegagalan dalam menjalin hubungan percintaan. Selalu saja gagal saat keduanya akan menuju proses ke pelaminan. Sudut bibir Vitaloka tertarik ke atas membentuk bulan sabit. Sorot matanya tampak mendung. Hatinya kembali terasa sakit mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh Sebastian. Vitaloka memejamkan mata, berharap ingatan tentang masa lalu itu seketika lenyap. Dia tidak ingin mengingatnya, tetapi semakin berusaha dihalau. Malah semakin melekat.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai cermin retak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status