GADIS 100 KG
“Memangnya apa kamu berikan selama ini, Ay? Hanya ciuman kan?“ Mataku melotot mendengarnya.
“Kamu ... Apa maumu?“ desisku sambil memindai wajah tampannya yang menyeringai tipis.
“Ayolah, Ay ... apa salahnya kita mencoba hal yang lebih dari itu?“ Rasanya bola mataku seakan mau keluar mendengarnya.
“Kita sudah dewasa, tak ada salahnya kalau—“
Plak.
Kulayangkan satu tangan ke pipinya dengan napas memburu. Sungguh, meski dia hanya berbicara tapi aku sudah merasa dilecehkan.
“Kamu—“
“Kalau itu maumu, lebih baik kita putus, Rey. Sampai kapanpun aku gak akan menyerahkan tubuh ini pada lelaki selain suamiku!“ seruku sambil melepas sabuk pengaman tapi belum sempat membuka pintu mobil, Reynan menahan
Hot Chapters